selalu.id - Proses seleksi Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo kembali menjadi sorotan. Salah satu peserta seleksi calon Direktur Pelayanan, Sigit Imam Basuki, mengungkapkan adanya dugaan kecurangan dalam tahapan uji kelayakan dan kepatutan yang saat ini masih berlangsung.
Sigit mengaku menjadi saksi adanya dugaan praktik menyontek yang dilakukan oleh dua peserta lain berinisial B dan E. Menurutnya, dugaan tersebut tidak hanya diketahui dirinya, tetapi juga beberapa peserta lain yang berada di sekitar lokasi ujian, Jumat (12/6/2026).
Baca juga: DPRD Sidoarjo dalami Dugaan Kecurangan Seleksi Direksi Perumda Delta Tirta
"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada peserta yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut. Jadi setidaknya ada tiga orang yang melihat langsung," ujarnya.
Ia mengungkapkan, dugaan kecurangan itu berupa catatan yang diduga berisi kunci jawaban dan ditulis pada kaki salah satu peserta. Menurutnya, persoalan yang perlu menjadi perhatian bukan semata-mata hasil tes, melainkan integritas calon direksi yang mengikuti proses seleksi.
"Yang kami soroti bukan nilai psikometri atau hasil tesnya, tetapi perilaku calon direksi. Jika dalam proses seleksi saja sudah terdapat indikasi kecurangan, bagaimana jika yang bersangkutan nantinya menduduki jabatan strategis di perusahaan daerah," kata Sigit.
Baca juga: Soal Dugaan Kecurangan Seleksi Direksi Delta Tirta, Sekda Sidoarjo Cuma Bilang Gini
Ia juga mempertanyakan kemungkinan adanya kebocoran soal yang seharusnya bersifat rahasia. Namun demikian, dirinya mengaku tidak mengetahui asal-usul dugaan kebocoran tersebut.
Lebih lanjut, Sigit meminta panitia seleksi menjaga prinsip keterbukaan, profesionalitas, dan independensi selama seluruh tahapan seleksi berlangsung. Menurutnya, proses seleksi harus bebas dari praktik keberpihakan maupun pengondisian terhadap peserta tertentu.
Baca juga: Pemkab Sidoarjo Dukung Beasiswa Santri Jatim 2026
"Ada informasi yang saya terima bahwa seluruh peserta tidak diperbolehkan membawa peralatan seperti laptop maupun telepon genggam ke dalam ruang ujian. Namun, ada salah satu peserta yang disebut diperbolehkan membawa laptop. Hal seperti ini tentu perlu dijelaskan agar tidak menimbulkan persepsi adanya perlakuan khusus," pungkas Sigit.
Seleksi Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo sendiri diikuti peserta dari berbagai daerah., Seperti Surabaya, Malang, Yogyakarta, Semarang, Bekasi, Jakarta, Bandung, Bogor, dan sejumlah daerah lainnya.
Editor : Redaksi