selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menurunkan sekitar 22.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini menyasar kurang lebih 97.000 warga yang tergolong dalam Desil 1, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Baca juga: 7 Polisi Dimutasi usai Gerebek 3 Kader Gerindra Pesta Sabu, Polrestabes Surabaya: Pembinaan Karier
Kebijakan tersebut sempat menuai protes dari sejumlah ASN.
Bupati Jember, Muhammad Fawait menegaskan bahwa pelibatan ASN bertujuan untuk meningkatkan ketepatan data kemiskinan di daerah.
Menurutnya, kehadiran ASN di tengah masyarakat akan memperkuat proses pemutakhiran data yang sebelumnya telah dilakukan oleh Badan Pusat Statistik dan Program Keluarga Harapan.
Baca juga: Gus Fawait Masuk Radar Pilgub Jatim 2029, LSN Perkuat Jaringan Daerah
“Saya optimistis, dengan keterlibatan ASN secara langsung, data yang diperoleh akan semakin akurat dan bisa menyempurnakan data yang sudah ada,” kata Fawait, Senin (20/4/2026).
Pihaknya pun mengapresiasi kerja keras petugas BPS dan PKH yang selama ini telah menjalankan tugas pendataan. Dengan tambahan tenaga ASN, proses verval diharapkan berjalan lebih optimal.
“Petugas BPS dan PKH sudah bekerja keras, dan saat ini ASN turut ambil bagian untuk memperkuat upaya tersebut,” jelas Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu.
Baca juga: Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam
Meski diwarnai berbagai tanggapan, kebijakan ini dinilai penting untuk memastikan masyarakat miskin ekstrem benar-benar terdata dan memperoleh haknya secara tepat.
“Ini langkah penting agar mereka yang berada dalam kondisi paling rentan mendapatkan perhatian dan perlindungan dari negara,” tegssnya. (ADV).
Editor : Zein Muhammad