Rabu, 21 Okt 2026 19:33 WIB

Perang Isreael-Palestina Berdampak Krisis Laut Merah, Begini Nasib Eksportir Indonesia

Ilustrasi eskpor impor
Ilustrasi eskpor impor

selalu.id - Menyoal krisis Laut Merah yang ditengarai dipicu oleh perang Israel dan kelompok militan Palestina Hamas yang makin meluas. Indonesian National Shipowners' Association (INSA) menyebut adanya dampak krisis laut merah terhadap nasib eksportir.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan, dampak yang dirasakan oleh eksportir yakni dengan menurunnya permintaan ekspor ke Eropa. "Karena biaya produksi jadi naik sekitar 30 sampai 40 persen," ujar Carmelita Hartoto seperti dikutip, Jumat (26/1/2024).

Baca Juga: Gejolak Dunia Picu Peralihan Mobil Dinas ke Listrik

Pasalnya, harga jual semakin bertambah dan terjadinya penurunan volume produksi terhadap beberapa komiditi salah satunya furniture. "Harga jual jadi bertambah, dan penurunan volume produksi. Komoditi itu di antaranya garment, furnitur, elektronik, komponen otomotif dan turunan palm oil," ungkapnya.

Baca Juga: Kondisi Ekonomi Indonesia di Tengah Konflik Timur Tengah, Bikin Was-was

Di sisi lain, lanjut Carmelita menjelaskan, krisis laut merah belum berdampak secara langsung terhadap importir Indonesia. "Memang krisis laut merah berdampak pada kenaikan freight untuk rute Asia ke Europa dan sebaliknya, karena kenaikan biaya operasi akibat memindahkan rute melalui Afrika Selatan," ungkapnya.

Baca Juga: Wakil PM Australia Diam-diam Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Ada Apa?

Diketahui, sebelumnya Carmelita mengakui adanya kenaikan tarif jasa angkutan kapal atau freight rate akibat krisis laut merah. "Bagi importir Indonesia, kelihatannya belum berdampak signifikan, karena di samping import dari Europa sangat sedikit, dan juga ada alternatif dari negara lain untuk kebutuhan impornya," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab. 

Kisah Penjual Peyek di Nganjuk Terancam Kehilangan Rumah atas Utang Mendiang Suami Rp690 Juta

Rumah tinggal Lilik terancam disita dan dilelang oleh BRI Cabang Nganjuk atas klaim utang mendiang suaminya, Puji Astanto, sebesar Rp690 juta.

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.