Kamis, 22 Okt 2026 03:01 WIB

Artotel TS Suites Surabaya Ajak Anak-Anak HIV Melukis Topeng di Bulan Penuh Cinta

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 27 Feb 2023 19:47 WIB
Keseruan acara melukis topeng bersama anak-anak pengidap HIV
Keseruan acara melukis topeng bersama anak-anak pengidap HIV

selalu.id - Artotel TS Suites Surabaya menggelar acara melukis topeng bersama anak-anak yang terkena Human Immunodeficiency Virus (HIV) di momen bulan penuh kasih, pada Kamis (16/2/2023) lalu.

Marketing Comunnication Manager Artotel TS Suites Surabaya Nabilla Humaira mengatakan di momen penuh kasih di bulan Februari ini, tentunya tidak hanya dilakukan kepada pasangan, namun juga bisa kepada orang-orang terdekat dan membutuhkan dukungan secara emosional.

Baca Juga: Melihat Tubuh Lewat Seni Lukis dalam Pameran The Imaginary Bodies di ARTOTEL Grand Prima Surabaya

Nabilla menyebut sebanyak total 10 anak-anak yang tekena HIV, dengan usia 8 hingga 12 tahun yang mengikuti penggelaran tersebut.

"Dengan adanya kegiatan melukis ini, kami mengajak anak-anak untuk bisa memiliki pengalaman baru yang menyenangkan serta tentunya juga bisa dijadikan sebagai kegiatan relaksasi serta mengekspresikan perasaan dengan sentuhan kuas dan warna yang digoreskan”.kata Nabila, kepada selalu.id, Senin (27/2/2023).

Penderita HIV pada anak dan dewasa berbeda, kata dia. Untuk orang dewasa, sistem kekebalan tubuhnya sudah lebih matang, sedangkan sistem kekebalan tubuh pada anak masih berkembang.

Dengan begitu, meski mengonsumsi obat-obatan, anak dengan HIV lebih mungkin mengalami infeksi bakteri dibandingkan dengan orang dewasa.

Baca Juga: BPR IMA Gandeng Dinkes dan Garda Semeru Edukasi HIV/AIDS serta Bahaya Narkoba

"Dukungan secara emosional sangatlah dibutuhkan agar mereka tetap semangat sehingga memiliki imun yang baik," jelasnya.

Sementara itu, Human Resources Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya Ari Anggraeni Mayadewi menambahkan dengan kegiatan ini dapat menggerakkan hati masyarakat Surabaya untuk ikut memberikan dukungan secara emosional kepada anak-anak HIV.

"Dukungan bisa disalurkan langsung kepada orangtua dan Yayasan Mahameru yang berlokasi di Jalan Barata Jaya 4 no 79, Surabaya," lanjutnya.

Baca Juga: 60 Remaja di Sidoarjo Idap HIV: Tujuh Meninggal, 53 Berjuang Hidup

Diketahui, anak-anak yang hadir juga didampingi oleh masing-masing orangtua yang juga turut memberikan dukungan saat kegiatan melukis bersama berlangsung.

Berbagai warna dicorakkan pada topeng-topeng lucu yang nantinya dapat dikenakan dan dibawa pulang oleh masing-masing anak.

Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama, memberikan meal box, chocolate bouquet, donasi serta sembako yang diserahkan langsung kepada orangtua yang hadir. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.