Minggu, 04 Okt 2026 05:04 WIB

Ketua Golkar Surabaya: Pemilu Proporsional Terbuka Lebih Bermanfaat untuk Rakyat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 11 Jan 2023 14:06 WIB
Ketua Golkar Surabaya, Arif Fathoni
Ketua Golkar Surabaya, Arif Fathoni

selalu.id - Ketua Golkar Surabaya, Arif Fathoni angkat bicara terkait polemik pemilihan legislatif dengan sistem proporsional tertutup yang kini tengah diajukan ke Mahkamah Konstitusi. Dalam hal ini Arif Fathoni lebih melihat kepada manfaat serta dampak kesejahteraan di masyarakat.

Pria dengan panggilan karib Toni menyebutkan bahwa memilih caleg berdasarkan rekam jejak pengabdian caleg di tengah masyarakat. Dalam situasi seperti ini, partai di tuntut untuk bekerja keras dalam hal kaderisasi agar bisa menyiapkan kader-kadernya untuk memenangkan hati masyarakat dalam pemilu tahun 2024

Baca Juga: Ditanya Peluang Eri Cahyadi, Ketua Golkar Jatim Malah Spil Nama Blegur untuk Pilgub 2029

"Bahwa ada kelemahan dan kekurangan dalam sistem proporsional terbuka. Ini harus menjadi lecutan semangat buat partai politik, penyelanggara pemilu dan pemerintah untuk terus menyempurnakan sehingga kualitas demokrasi terus mengalami peningkatan sehingga kita tidak mengalami fase post truth democrasy," ujarnya.

Dalam sistem proporsional terbuka yang sudah dilakukan beberapa tahun kebelakang, beberapa kalangan mengkritisi akan membuat demokrasi tidak efisien. Hal ini juga diamini oleh Toni, namun menurutnya, partai politik harus terus berupaya memperbaiki rekruitmen sehingga menghasilkan kader yang berintegritas.

"Juga perlu upaya penegakan hukum yang masif dari pengawas pemilu bersama dengan Gakumdu untuk memberantas praktek politik uang yang semakin masif sehingga menjadi hantu dalam sistem demokrasi kita," tegasnya.

Baca Juga: Fokus Konsolidasi, Partai Golkar Surabaya Bidik 10 Kursi di 2029 

Ketika disinggung bahwa proporsional terbuka membuat jeruk makan jeruk, Toni mengatakan dalam sistem saint league murni seperti saat ini sudah tidak mentolerir kompetisi internal antar sesama kader partai, karena kompetisi dalam pemilu adalah antar Partai. Untuk itu Golkar Surabaya sendiri telah menyusun kode etik dan blue print kampanye yang akan dilakukan oleh seluruh caleg Partai Golkar.

"Bahwa ini secara teoritis susah diaplikasikan, tentu ini menjadi pekerjaan kita semua, lebih baik berupaya terus melakukan perbaikan dari pada sekedar berpikir mengembalikan ke sistem lama yang justru menjauhkan pemilih dengan caleg yang dipilihnya," imbuhnya.

Baca Juga: Arif Fathoni Mulai Didorong ke Pilwali Surabaya 2029, Begini Respon Golkar Jatim

Sistem proporsional terbuka, lanjut Toni, memberikan peluang hubungan dialogis dan strategis antara pemilih dengan yang dipilih, tidak hanya sekedar saat pemilihan, namun pascaterpilih juga akan terus terjadi kedekatan dan komunikasi tentang bagaimana melayani daerah yang diwakilinya

"Untuk itu saya berharap, tanpa mengurangi independensi 9 hakim MK yang akan memutus permohonan perkara ini, saya berharap MK tetap berpedoman pada putusan perkara terkait pada tahun 2008, agak ironi jika kemudian ada putusan berbeda dengan objek perkara yang sama," tutupnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pelajar SMK di Pasuruan Dibunuh Paman Sendiri Gegara Kalah Judi Online 

Peristiwa bermula pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, tersangka meminta korban menjemputnya di wilayah Sukorejo.

Wanita Bunuh Pacarnya di Gresik, Anak Lurah asal Surabaya Tewas

IR justru menghubungi call center 110 untuk melaporkan perbuatannya ke polisi. Polisi yang menerima laporan langsung menelusuri lokasi penelepon.

Data Desil Masih Jadi Keluhan Warga Surabaya, Anggota DPRD: Perlu Validitas 

Validitas data Desil sangat penting karena berdampak langsung pada akses warga terhadap program pemerintah.

Profil & Karir Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Perwira tinggi kelahiran Bojonegoro, 8 Agustus 1972, ini menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto.

Soroti Tambang Ilegal di Jember, Komisi D DPRD Jatim: Penegak Hukum Harus Turun Tangan

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan di lapangan masih ditemukan ratusan titik aktivitas yang tidak memiliki dasar hukum.

Lima Tahun Merger Pelindo, Standarisasi Jadi Kunci Efisiensi

PT Pelindo Terminal Petikemas menyebut transformasi tersebut telah mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memangkas waktu singgah kapal dan barang berada