Senin, 05 Okt 2026 21:38 WIB

Kemensos Hadir Bantu Lansia yang 5 Tahun Harus Berjalan dengan Tongkat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 22 Agu 2022 20:12 WIB
Penyerahan bantuan kursi roda kepada masyarakat penerima manfaat
Penyerahan bantuan kursi roda kepada masyarakat penerima manfaat

selalu.id - Memasuki usia 63 tahun, kemampuan fisik Wardiyo semakin menurun. Gangguan kesehatan berupa pengapuran sendi sejak tahun 2017, telah membuat warga Kelurahan Pakuan, Kota Bogor ini sulit bergerak.

Selama ini, hanya sebatang tongkat atau pertolongan istri yang menjadi tempat ia bergantung bila harus bergerak. Tentu itu tidak terlalu memadai. Akses terhadap layanan pengobatan dan alat bantu, bukan persoalan sederhana.

Baca Juga: Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Wardiyo mengaku sudah tidak bekerja, istrinya juga hanya sebagai ibu rumah tangga. Pemenuhan kebutuhannya sehari-hari hanya mengandalkan anaknya yang bekerja sebagai SPG di perusahaan swasta.

Namun ia bersyukur, pemerintah mengetahui kesulitannya dan datang memberikan bantuan berupa kursi roda.

"Baru kali ini saya mendapatkan bantauan. Terima kasih kepada Kementerian Sosial sudah memberikan bantuan kursi roda untuk saya. Harapan saya, ke depam masih bisa mendapatkan bantuan lainnya. Karena kami hanya hidup dari anak," kata Wardiyo di Kota Bogor (22/8/2022).

Penyerahan bantuan bersamaan dengan Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI di Kota Bogor Jawa Barat. Hadir dalam kunjungan kerja ini Plt. Dirjen Linjamsos Robben Rico, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka, pejabat terkait di Kementerian Sosial, jajaran Pemkot Bogor, dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, secara sembolis, Diah Pitaloka menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dan bufferstock logistik Penanggulangan Bencana untuk masyarakat Jawa Barat.

Jenis bantuan berupa 1.000 paket sembako dengan total keseluruhan Rp160.000.000 dan bufferstock logistik bencana dengan total Rp160.442.680.

Adapun bantuan ATENSI dari Sentra Inten Soeweno dalam bentuk alat bantu disabilitas berupa 5 unit kursi roda standar untuk 5 orang PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) di Kota Bogor, dengan total senilai Rp14.310.000.

Dalam kesempatan tersebut, Diah Pitaloka dan jajajaran Kemensos juga menghaddiri bimbingan teknis SDM PKH peningkatan kapasitas Pilar-Pilar Sosial. Di hadapan SDM PKH, Diah Pitaloka menyatakan, pilar-pilar sosial merupakan ujung tombak dalam penanganan masalah sosial.

Diah Pitaloka mengingatkan Pidato Presiden Joko Widodo dalam sidang paripurna MPR/DPR, yang mengidentifikasi masih adanya krisis global. Ini mengindikasikan masih stragisnya peran Kemensos ke depan. Konsekwensinya, Pilar-pilar Sosial perlu terus mengasah kepekaan, kesiagaan, dan kekompakan, terutama di tengah gempuran krisis global.

"Dari pidato Presiden, Kementerian Sosial menjadi salah satu kementerian yang masih diandalkan dalam mengimbangi dinamika sosial masyarakat. Dan ini artinya Pilar Sosial yang hari ini kerjanya menjadi ujung tombak di lapangan bagi Kementerian Sosial, itu perannya menjadi sangat penting," katanya.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Diah Pitaloka meminta Pilar-pilar Sosial merawat dan menghidupkan gotong royong di tengah masyarakat sebagai ciri khas Kementerian Sosial. Dengan hidup suburnya gotong royong, diyakini bisa meredam dampak krisis.

Ia mencontohkan salah satunya Program Rumah Usaha Sederhana, yang merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat pra sejahtera, yang di dalamnya juga terkandung unsur gotong royong di tengah masyarakat.

"Jalin kolaborasi dalam menerapkan gotong royong. Kawal terus program- program yang diluncurkan Kementerian Sosial," katanya. Ia berjanji, Komisi VIII akan terus mendukung program Kemensos. "Dukungan diberikan melalui anggaran, pengawasan dan legislasi yang masih berada dalam ranah Komisi VIII DPR RI," katanya.

Senada dengan Diah Pitaloka, Robben menyatakan, kolaborasi antar Pilar Sosial tidak boleh terkotak pada satker mana ia berasal.

"Karena nantinya akan berpengaruh besar terhadap program-program yang sifatnya terpadu, yang perlu adanya kerja sama lintas satker," katanya.

Dengan kolaborasi, beragam program di Kementerian Sosial bisa berjalan beriringan, dan tentunya akan menguntungkan bagi penerima manfaat. Bentuk kolaborasi antar Pilar Sosial bisa juga dalam bentuk saling bertukar informasi, sehingga ketika terjadi permasalahan sosial di masyarakat bisa segera ditangani.

Baca Juga: Gotong Royong Holding Kawasan Industri, SIER Himpun dan Salurkan Bantuan Rp423 Juta untuk Korban Gempa NTT

"Tidak ada lagi pembedaan, semua sama (Pilar-pilar Sosial). Kita bekerja berdasarkan tupoksi masing-masing, misalkan pendamping PKH kalau misal tahu ada orang ODGJ, wajib menyampaikan informasi kepada TKSK," kata Robben.


Kegiatan Bimbingan Teknis SDM PKH, Peningkatan Kapasitas Pilar - Pilar Sosial dan penyaluran bantuan sosial juga digelar di Kabupaten Cianjur (22/08). Dalam kegiatan kali ini, Diah Pitaloka didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Pepen Nazaruddin dan jajaran pejabat terkait di lingkungan Kemensos.

Kegiatan diikuti 513 peserta yang terdiri dari Korwil 2 orang, Korkab 5 orang, APD 5 orang, Pendamping PKH 476 orang, Tagana 15 orang dan TKSK 10 orang.

Dalam acara tersebut Kemensos menyerahkan bantuan 1.000 paket sembako senilai Rp160.000.000 yang diserahkan secara simbolik kepada 5 KPM PKH, bantuan Atensi sejumlah 5 kursi roda senilai Rp. 14.151.000 untuk 5 KPM, dan bufferstock .

Bantuan lainnya adalah bantuan Logistik Penanggulangan Bencana terdiri dari Lumbung Sosial Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Sukanagara senilai Rp378.477.160. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Densus 88 Antiteror Polri Sergap 11 Teroris di Indonesia saat Latihan Militansi

Saat ini, Densus 88 masih terus mendalami seluruh barang bukti yang disita untuk membongkar kemungkinan adanya keterlibatan pihak atau jaringan teror lain.

Sidang Kasus Pengeroyokan Maut Oknum Pesilat Nganjuk, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi

Kendati mengajukan keberatan, Asmijan menegaskan pihak penasihat hukum tetap mendukung jalannya penegakan hukum secara adil dan rasional.

HUT TNI ke-81 di Jember: Ojol hingga Mahasiswa Melebur, Bukti Kemanunggalan Rakyat

Menurut Abdus Salam, konsep peringatan yang digelar sederhana justru memperlihatkan kedekatan TNI dengan masyarakat secara nyata.

Makin Mudah, Posisi dan Jadwal Trans Jatim serta Suroboyo Bus Kini Bisa Dipantau Lewat HP

Kadishub Jatim, Nyono, menyatakan integrasi ini merupakan langkah pengembangan layanan agar masyarakat memperoleh kepastian saat menggunakan angkutan umum.

Kafe Tanpa IPAL Buang Limbah Lemak Sembarangan di Saluran Air Tunjungan Surabaya

Atas temuan ini, Hidayat mengimbau pelaku usaha di kawasan perkotaan agar tidak langsung membuang limbah yang mengandung minyak atau lemak ke saluran umum.

Atasi Ketimpangan Layanan, DPRD Jatim Siapkan Regulasi Transportasi Publik Terintegrasi

Reperdi ini diharapkan pengembangan transportasi publik di Jawa Timur dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan menjangkau lebih banyak wilayah.