Kisah Mbah Slamet, Lansia di Nganjuk Bertahan Hidup dalam Sakit Seorang Diri
- Penulis : selalu.id
- | Kamis, 08 Okt 2026 17:34 WIB
selalu.id - Seorang lansia perempuan bernama Slamet (65), warga Dusun Tawangrejo, Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, harus bertahan hidup sebatang kara dalam kondisi kesehatan yang kian memprihatinkan.
Di usianya yang sudah semakin senja, Mbah Slamet, sapaan akrabnya, berjuang sendirian melawan penyakit yang diidapnya.
Baca Juga: Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Pemkab Nganjuk Pede Persenga Bangkit Tembus Liga 3
Sang suami telah lama meninggal dunia, sementara anak tunggalnya merantau ke Surabaya dan hanya pulang saat momen hari raya. Di kampung halamannya, Mbah Slamet tak lagi memiliki sanak saudara untuk mengurusnya.
Mbah Slamet sendiri dikabarkan telah terkulai sakit selama kurang lebih dua bulan. Pemeriksaan medis awal menunjukkan tensi dan gula darahnya cenderung tinggi.
Ia juga mengeluhkan sakit pada area kaki akibat faktor usia lanjut dan terbatasnya pergerakan fisik.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Kedungombo, Hariyono. Pihaknya mengonfirmasi bahwa Mbah Slamet memang terdata sebagai warga asli yang membutuhkan bantuan intensif dari dinas terkait.
"Sangat benar, betul. Beliau warga Kedungombo, Dusun Tawangrejo, memang perlu bantuan dari dinas terkait. Karena memang usia, satu, kedua keadaan, ketiga memang keluarga yang ada ya sudah tidak ada, tinggal sendirian," ujar Hariyono kepada selalu.id, Kamis (8/10/2026).
Ia menambahkan, Mbah Slamet tergolong dalam kategori desil 1. Seluruh skema bantuan sosial dari pemerintah, mulai dari bantuan pangan beras hingga Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), dipastikan telah tersalurkan secara rutin.
Baca Juga: Sidang Kasus Pengeroyokan Maut Oknum Pesilat Nganjuk, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi
"Kalau bantuan yang lainnya dari negara, mungkin beras, BLT DD sudah kami salurkan, kami berikan. Tetapi usia semakin lanjut, kami mohon dengan kerendahan hati, keikhlasan hati, dari dinas-dinas terkait monggo lah bantu kami, warga kami. Kasihan," tutur Hariyono.
Mengingat kondisi fisiknya yang makin menurun, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungombo berharap Mbah Slamet dapat difasilitasi untuk masuk ke panti jompo agar mendapat perawatan medis dan pendampingan harian yang lebih memadai.
"Ya kami minta di panti jompo sebenarnya. Kami mohon di situ, mekanisme bagaimana, apa yang perlu kami siapkan, Pemdes kami siap untuk membantu," tegasnya.
Selama ini, pemenuhan kebutuhan harian Mbah Slamet bergantung pada kepedulian warga sekitar. Tetangga di Dusun Tawangrejo bergantian membantu mencuci pakaian hingga menyediakan makanan harian.
Baca Juga: Detik-detik Takmir Amankan Pencuri Kotak Amal di Masjid Baitusshodiqqin Nganjuk
Sinergi antara Kepala Dusun Tawangrejo, BPD, dan LPM juga terus berjalan untuk memantau kondisinya.
"Sehat sebenarnya, cuma kasihan sendirian. Dan kolaborasi dengan tetangga kanan-kiri semuanya bagus. Ada yang mencucikan, ada yang memberi makan bilamana kekurangan pangan, itu kanan-kiri peduli," ungkap Hariyono.
Pemdes Kedungombo juga memastikan seluruh dokumen kependudukan Mbah Slamet, seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK), telah tertib administrasi dan tidak mengalami kendala.
Reporter: Yohanes Arberto
Editor : Zein Muhammad