Warga Surabaya Bayar Retribusi PJU, Tapi Masih Beli Lampu Sendiri
- Penulis : Ade Resty
- | Kamis, 08 Okt 2026 11:27 WIB
selalu.id - Minimnya penerangan jalan umum PJU di Surabaya kembali jadi sorotan. Warga RW 9 Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng mengaku sudah membayar retribusi, namun tetap harus memasang lampu sendiri.
Keluhan itu disampaikan saat reses anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP Budi Leksono, Rabu (7/10/2026) malam. Menurut warga, sejumlah titik jalan masih gelap karena jarak antar PJU terlalu jauh. Akibatnya warga terpaksa swadaya membeli dan memasang lampu kecil di depan rumah.
Baca Juga: Momen Siswa MI Surabaya Suarakan Bahaya Tergerusnya Budaya di Era Digital
Budi yang akrab disapa Buleks menyebut persoalan ini akan diteruskan ke Dinas Perhubungan Surabaya.
“Kalau PJU juga ini ternyata warga masyarakat ini bayar. Sehingga nanti akan kita sampaikan ke Dinas Perhubungan untuk bisa disalurkan melalui saluran PJU,” kata Buleks.
Ia menilai penambahan titik lampu sangat mendesak. Terutama di jalan-jalan lingkungan yang saat ini belum terjangkau PJU milik pemerintah.
“Jadi supaya lampu-lampu kecil atau yang di jalan itu, karena jaraknya itu jauh. Mungkin untuk tambahan titik,” ujarnya.
Selain PJU, Warga Juga Soroti Pohon dan Data Desil
Dalam reses yang sama, Buleks juga menerima keluhan terkait pohon besar yang dinilai rawan. Pohon tersebut berada di jalur akses warga dan perlu segera dipangkas atau dirawat.
Dokumentasi kondisi pohon sudah ia teruskan ke dinas terkait agar segera ditindaklanjuti.
Persoalan lain yang banyak muncul adalah perubahan data desil. Warga khawatir perubahan itu berdampak pada akses program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan.
Baca Juga: Cegah Mabuk Berkendara, Hiperhu Minta RHU di Surabaya Lengkapi Alat Tes Alkohol
“Desil ini sudah kita sampaikan bahwa ini menjadi pembahasan kita atas perubahan-perubahan yang mungkin berdampak kepada masyarakat. Tentunya harapannya untuk pendidikan,” jelas Buleks.
Ibu-ibu Pengajian Minta Bantuan Perlengkapan Aktif Lagi
Kelompok ibu-ibu pengajian juga menyampaikan aspirasi. Mereka berharap Pemkot kembali mengaktifkan bantuan perlengkapan kegiatan seperti dulu.
“Harapannya dari warga masyarakat itu bahwa semoga bisa kembali ada. Seragam, perlengkapan pengajian, sound system dan lain-lain ini mereka berharap,” katanya.
Buleks menilai kelompok pengajian punya peran besar dalam kegiatan sosial di lingkungan. Karena itu ia mendorong agar bantuan bisa kembali disalurkan secara transparan.
Baca Juga: DPRD Surabaya Dorong Urban Farming di Kedurus Jadi Model Ketahanan Pangan Kampung
“Kalau memang itu secara transparansi diberikan kepada masyarakat, ya harapan kami permohonan dari masyarakat memfasilitasi,” ujarnya.
Catatan Soal Biaya Sampah
Satu catatan lain adalah adanya pungutan biaya pembuangan sampah atau limbah tertentu yang masih dibebankan ke warga. Buleks berjanji akan mengklarifikasi ke dinas terkait.
“Ini menjadi catatan kami. Ini nanti yang akan kita sampaikan, benar dan tidaknya dan itu menjadi tugas kami,” pungkasnya.
Semua aspirasi yang terjaring dalam reses tersebut akan dibawa ke rapat internal fraksi PDIP dan diteruskan ke OPD terkait untuk ditindaklanjuti.
Editor : Achmad SupriyadiURL : https://selalu.id/news-15854-warga-surabaya-bayar-retribusi-pju-tapi-masih-beli-lampu-sendiri
