Rabu, 30 Sep 2026 18:18 WIB

Tamu Goldvitel Bundir dari Rooftop, DPRD Surabaya Minta Area Terbuka Cafe Dievaluasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 03 Mei 2026 18:41 WIB
Suasana Hotel Goldvutel sesaat setelah insiden pria berinisal RO terjun dari lantai 20. (foto: Rofik/selalu.id)
Suasana Hotel Goldvutel sesaat setelah insiden pria berinisal RO terjun dari lantai 20. (foto: Rofik/selalu.id)

selalu.id – DPRD Surabaya menyoroti aspek keamanan hotel bertingkat menyusul insiden tamu Hotel Goldvitel yang diduga bunuh diri dengan melompat dari rooftop lantai 20 di Jalan Basuki Rahmat, Sabtu (2/5/2026). 

Dewan meminta pengelola hotel hingga pemerintah kota melakukan evaluasi serius, khususnya pada area terbuka di lantai atas gedung.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Sanksi ASN Diterapkan Adil Tanpa Pandang Bulu

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Josiah Michael menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa itu menjadi peringatan bahwa persoalan kesehatan mental kini perlu mendapat perhatian semua pihak.

“Tentu kita menyesalkan kejadian di Goldvitel. Ini menjadi warning buat kita semua, karena gangguan mental akhir-akhir ini cukup disorot. Jadi ini harus jadi perhatian kita bersama,” ujar Josiah, kepada selalu.id, Minggu (3/5/2026).

Ia menilai pengelola hotel dan gedung bertingkat harus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap tamu dengan gerak-gerik mencurigakan. Menurutnya, pengawasan di area terbuka juga harus diperketat agar tidak mudah diakses untuk tindakan berbahaya.

“Kalau area terbuka di lantai 20 itu memang harus ada pengaman yang disediakan, supaya orang tidak bisa langsung loncat begitu saja,” tegas politisi PSI itu.

Josiah menambahkan, kejadian serupa tidak hanya terjadi di Surabaya maupun Indonesia, melainkan juga menjadi persoalan global. Karena itu, yang paling penting adalah peningkatan kewaspadaan petugas hotel terhadap kondisi tamu.

Baca Juga: Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati menilai insiden tersebut juga perlu menjadi momentum evaluasi terhadap kepatuhan bangunan hotel terhadap Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Menurut dia, SLF merupakan jaminan bahwa bangunan telah memenuhi standar teknis keselamatan dan laik digunakan, termasuk meminimalkan risiko kecelakaan maupun insiden berbahaya bagi tamu.

“SLF itu sendiri jaminan keamanan untuk mencegah risiko kecelakaan atau insiden berbahaya bagi tamu. Jadi jaminan bahwa bangunan hotel aman dan laik huni,” kata Aning.

Baca Juga: Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Politisi PKS itu mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021. Ia menduga masih ada bangunan hotel di Surabaya yang belum sepenuhnya memenuhi standar SLF. Karena itu, Pemkot Surabaya melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) diminta sigap melakukan evaluasi.

“Pemkot dalam hal ini DPRKPP harus betul-betul sigap untuk evaluasi SLF,” tandasnya.

Sebelumnya, pria berinisial RO (21), tamu Hotel Goldvitel, tewas setelah diduga melompat dari rooftop lantai 20. Korban diketahui berasal dari Madiun. Polisi telah menghubungi pihak keluarga dan diduga kuat RO mengalami depresi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jatanras Polda Jatim Bongkar Penggelapan Beras Bulog untuk Raskin, 3 Pelaku Diamankan

Sebanyak 9 ton beras yang diperuntukkan bagi warga miskin, khususnya di wilayah Surabaya nekat dijegal dan dijual murah oleh para pelaku.

Pemkot Surabaya Bidik Potensi Reklame di Ruang Publik Demi Genjot PAD

Informasi yang diterima selalu.id, reklame besar atau videotron itu milik swasta JJ Promotion. 

Pipa PDAM di Surabaya Sering Jebol Gegara Proyek Drainase, Biaya Perbaikan Ditanggung PAM

Sepanjang 2026, sedikitnya 110 titik pipa milik PAM Surya Sembada terdampak pengerjaan saluran air.

Tiga Anggota DPRD Kader Gerindra di Jatim Terjaring Razia Narkoba di Hotel Surabaya

Ketiga legislator tersebut yakni anggota DPRD Malang dan satu DPRD Banyuwangi.

GSJT Protes Barcode Solar Bersubsidi, Ratusan Truk Towing Padati Surabaya

Kelangkaan stok serta prosedur yang berbelit membuat pengisian bahan bakar menjadi tidak menentu.

Tongkat Komando Polres Pasuruan Beralih ke AKBP Irawan Setyono, Ini Pesan Kapolda Jatim

AKBP Irawan Setyono sebelumnya menjabat Kasubbagbinfung Bagrenmim Divpropam Polri.