Sabtu, 26 Sep 2026 19:29 WIB

Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Apr 2026 18:13 WIB
Pemkot Surabaya saat  meluncurkan program medical tourism atau wisata medis. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Pemkot Surabaya saat meluncurkan program medical tourism atau wisata medis. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Kota Surabaya resmi meluncurkan program medical tourism atau wisata medis sebagai alternatif layanan kesehatan terintegrasi bagi masyarakat Indonesia tanpa harus berobat ke luar negeri.

Program ini menghadirkan paket layanan komprehensif yang mencakup konsultasi, penjemputan dari bandara, tindakan medis seperti medical check-up (MCU) atau operasi, hingga wisata pemulihan.

Baca Juga: Bentuk Karakter Penolong, Pemkot Surabaya Rencanakan PMR jadi Ekskul Wajib Pilihan SD-SMP

Peluncuran medical tourism tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 yang digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Program ini mengintegrasikan delapan rumah sakit di Kota Pahlawan yang telah mengantongi sertifikasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan kehadiran medical tourism menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Surabaya sebagai kota tujuan layanan kesehatan.

Ia menekankan fasilitas medis di Surabaya telah mampu mengakomodasi berbagai jenis pengobatan yang selama ini banyak dicari masyarakat di luar negeri.

"Alhamdulillah medical tourism di Surabaya di-launching. Ada delapan rumah sakit yang sudah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan," kata Eri, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, konsep medical tourism di Surabaya tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga terintegrasi dengan sektor pariwisata melalui kolaborasi dengan biro perjalanan.

Skema ini memungkinkan pasien mendapatkan layanan mulai dari penjemputan di bandara, perawatan di rumah sakit, hingga akomodasi hotel dalam satu paket layanan terpadu.

"Kita juga kolaborasi dengan biro perjalanan wisata. Sehingga kalau orang ingin berobat di medical tourism Surabaya, tinggal dia memilih, maka dia nanti akan dijemput dari bandara menuju ke rumah sakit," paparnya.

Menurut Eri, keberadaan sejumlah rumah sakit besar di Surabaya menunjukkan bahwa kota ini mampu menyediakan layanan medis yang setara dengan luar negeri.

Karenanya, ia optimistis program medical tourism akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berobat di dalam negeri. "Surabaya ini akan menjadi bagian dari kota untuk (layanan) kesehatan. Ini nanti akan kami masifkan (promosi) ke manapun," tegas Eri.

Eri menyebut bahwa masing-masing rumah sakit itu memiliki layanan unggulan yang berbeda, mulai dari jantung, terapi, hingga layanan kesehatan anak.

Ke depan, ia berharap lebih banyak lagi rumah sakit di Surabaya yang memperoleh sertifikasi serupa agar pilihan layanan semakin beragam.

"Delapan rumah sakit punya layanan unggulan masing-masing. Ada jantung, ada yang terkait dengan terapi, ada yang terkait dengan anak, jadi punya unggulan masing-masing," sebutnya.

Bahkan, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini juga mengungkap sejumlah rumah sakit di Surabaya telah melayani pasien dari luar negeri. Baginya, hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan internasional terhadap kualitas layanan kesehatan di Kota Pahlawan.

"Kalau kita lihat dokter-dokter yang ada di Surabaya juga luar biasa. Semoga ini bisa memberikan kepercayaan kepada warga Indonesia, tidak ke luar negeri tapi cukup datang ke Indonesia khususnya di Kota Surabaya," kata dia.

Terkait kebutuhan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, Wali Kota Eri memastikan delapan rumah sakit tersebut telah menyesuaikan dengan standar yang dipersyaratkan Kemenkes untuk masuk dalam program medical tourism.

Baca Juga: ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

"Kalau sudah masuk ke medical tourism, maka kebutuhan rumah sakit terhadap dokter spesialisnya pasti terpenuhi. Karena kalau dokter spesialisnya tidak terpenuhi, maka tidak mungkin mendapatkan sertifikat medical tourism," tuturnya.

Eri menargetkan jumlah pasien medical tourism bisa mencapai 500 hingga 1.000 orang dalam beberapa bulan pertama pelaksanaan.

Target tersebut dinilai realistis mengingat tingginya minat pasien dari Indonesia Timur hingga luar negeri yang datang ke Kota Surabaya.

"Jadi ini target yang ditentukan. 500 sampai dengan 1000 orang yang ada (datang) di Kota Surabaya, kita lihat dari beberapa bulan ke depan," ungkapnya.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggencarkan promosi melalui berbagai moda transportasi.

Seperti melalui pesawat, kereta api, hingga kapal laut, dengan menonjolkan keunggulan layanan medis dan dokter spesialis di masing-masing rumah sakit.

"Kita bisa melihat sudah banyak dari Indonesia Timur, dari internasional, dari luar negeri, yang datang ke Surabaya. Maka, promosi itu kita genjot lagi dengan kelebihan dan kemampuan dari masing-masing dokter dan pelayanan unggulan di masing-masing rumah sakit," jelas Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menjelaskan konsep medical tourism menggabungkan layanan kesehatan dengan wisata dalam satu paket harga.

Pasien akan mendapatkan perawatan medis, sementara keluarga yang mendampingi dapat menikmati fasilitas wisata.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

"Prinsipnya kan pelayanan dengan wisata. Jadi garis besarnya yang sakit kita rawat, keluarga yang tidak sakit mungkin mau ke mana-ke mana kita bisa layani," katanya.

Billy mencontohkan pengalaman penanganan pasien dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua. Pasien tersebut dilayani mulai dari penjemputan di Bandara Juanda menggunakan ambulans hingga perawatan di rumah sakit sampai sembuh.

"Mulai dari sana mereka terbang, jemput di Juanda dengan ambulans kita. Dari situ kita langsung bawa ke rumah sakit (dirawat) sudah, sampai sembuh baru pulang lagi dia," paparnya.

Terkait biaya, Billy menyebutkan bahwa layanan medical tourism di Surabaya relatif lebih terjangkau dibandingkan negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Sebab, biaya tersebut mengacu pada regulasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya.

"Kalau dibandingkan dengan Malaysia atau Singapura, kita jauh lebih murah," katanya.

Ia memperkirakan biaya layanan di rumah sakit Surabaya hanya sekitar 75 persen dibandingkan biaya berobat di Malaysia atau Singapura.

"Perbandingannya jika di sana 100 persen, di sini mungkin hanya 75 persen. Jadi bisa hemat sekitar 25 persen," sebut Billy.

Adapun delapan rumah sakit yang tergabung dalam program medical tourism Surabaya meliputi RSUD Dr. Mohamad Soewandhie, Rumah Sakit Husada Utama, Rumah Sakit Ubaya, Rumah Sakit Premier Surabaya, RSUD Dr. Soetomo, Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ) Surabaya, Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS UNAIR), dan Rumah Sakit Siloam.

Masing-masing rumah sakit tersebut menawarkan berbagai layanan unggulan. Seperti di antaranya, onkologi, penggantian sendi lutut (Total Knee Replacement), bayi tabung, hemodialisa, radiologi, bedah saraf, imunoterapi, bedah jantung, rekonstruksi kraniofasial, hingga layanan pengobatan tradisional dan komplementer. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bupati Sidoarjo Tekankan Sinergi Kades BPD, Perencanaan Pembangunan 2027 Harus Dimulai Sekarang

Ia juga mengingatkan BPD bukan lawan, melainkan mitra kerja kades.

Festival Gamelan Kahuripan 2026, Siswa Sidoarjo Jadi Garda Pelestarian Karawitan

Pada 2025 di lokasi yang sama ada 23 kelompok. Kini 2026 mencapai 33 kelompok dari pelajar dan masyarakat umum.

Motor Adu Depan Mobil di Mojokerto, Satpam Berangkat Kerja Tewas

Akibat kecelakaan tersebut, korban langsung meningga dunia di lokasi kejadian.

Respons Cepat Dugaan Luberan Air Limbah, SIERLakukan Pengecekan dan Pembersihan Saluran

Direktur Operasi PT SIER, Yohanes Deddy Setiawan, mengatakan setiap informasi yang berkaitan dengan lingkungan menjadi perhatian serius.

Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa jadi Tersangka Dugaan Korupsi Perizinan

Penyidik telah memeriksa sekitar 30 saksi dan empat ahli serta melakukan penggeledahan di empat lokasi.

Dittipidsiber Bareskrim Polri Tangkap DPO Kasus Judi Online 1 Triliun di Thailand

Proses penangkapan dilakukan bersama Divisi Hubungan Internasional Polri, Kepolisian Thailand, dan Imigrasi Thailand.