Rabu, 30 Sep 2026 08:53 WIB

Gerak Cepat Pemkab Jember dalam Atasi Banjir di Kawasan Mumbulsari

Bupati Jember Muhammad Fawait saat meninjau banjir di kawasan Mumbulsari. (Dok. Instagram @gusfawait).
Bupati Jember Muhammad Fawait saat meninjau banjir di kawasan Mumbulsari. (Dok. Instagram @gusfawait).

selalu.id - Kunjungan program Bunga Desaku di Kecamatan Mumbulsari menjadi momen respons cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terhadap persoalan banjir yang terjadi di kawasan Jalan Budi Utomo, Pasar Mumbulsari.

Bupati Jember Muhammad Fawait turun langsung ke lokasi bersama Ketua DPRD dan jajaran pemerintah daerah untuk melihat kondisi warga terdampak sekaligus memastikan langkah penanganan segera dilakukan.

Baca Juga: Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari hasil pengecekan di lapangan, banjir dipicu oleh pendangkalan sungai akibat sedimentasi serta tumpukan sampah yang menghambat aliran air.

Kondisi tersebut menyebabkan air meluap dan menggenangi kawasan sekitar pasar.

Menanggapi hal itu, Pemkab Jember langsung menyiapkan langkah darurat dengan mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan dan normalisasi sementara di titik terdampak.

“Kita tidak bisa menunggu. Penanganan darurat harus segera dilakukan agar dampaknya tidak meluas,” tegas Fawait di sela peninjauan, Senin (6/4/2026).

Bupati yang akrab disapa Gus fawait ini menjelaskan bahwa penanganan menyeluruh membutuhkan koordinasi dengan pemerintah provinsi, mengingat sebagian kewenangan pengelolaan sungai berada di tingkat tersebut.

Baca Juga: Momen Bos BRI Jember Turun Gunung Sapa Nasabah dalam Peringatan HPN 2026

"Untuk itu, komunikasi lintas pemerintah segera dilakukan guna mendorong percepatan normalisasi sungai secara komprehensif," jelasnya.

Selain langkah cepat, Pemkab Jember juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan melakukan pemetaan titik-titik rawan pendangkalan sungai di seluruh wilayah.

Pemetaan ini diharapkan menjadi dasar kebijakan penanganan banjir yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Baca Juga: Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Menurut Gus Fawait, kehadiran pemerintah di lokasi bencana merupakan bentuk komitmen untuk mendengar langsung keluhan masyarakat sekaligus memastikan solusi segera dijalankan.

“Masalah seperti ini harus ditangani dari hulunya. Kita ingin ada solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegasnya.

Melalui sinergi antara penanganan darurat dan perencanaan jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis persoalan banjir di Mumbulsari dapat segera teratasi sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana di wilayah lainnya. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.

Jatanras Polda Jatim Gulung Komplotan Curanmor Lintas Kota, Ini Tampang Pelakunya

Saat ini, polisi terus melakukan pendalaman lebih lanjut. Masyarakat juga diimbau selalu waspada dengan segala bentuk modus kejahatan.