Kamis, 01 Okt 2026 00:31 WIB

Beasiswa Mahasiswa Jember Cair, Gus Fawait: Bukti Komitmen untuk Rakyat

Bupati Jember Gus fawait saat gelar pertemuan dengan mahasiswa (foto : dok.kominfo jember)
Bupati Jember Gus fawait saat gelar pertemuan dengan mahasiswa (foto : dok.kominfo jember)

selalu.id - Pemerintah Kabupaten Jember terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Jember, Gus Fawait, dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025. Pada Jumat (3/4/2026).

Menurut Gus fawait, Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah penyaluran beasiswa bagi ribuan mahasiswa melalui program 20 Ribu Beasiswa Cinta Bergema. Hingga tahun ini, sebanyak 7.037 mahasiswa telah menerima manfaat dari program tersebut," ungkapnya.

Baca Juga: Top 5 Berita: Kakek Tewas hingga Terlibat Pungli

Lebih lanjut Gus Fawait menyampaikan bahwa skema beasiswa dirancang dengan pendekatan yang beragam. "Agar menjangkau berbagai kalangan. Penerima terdiri dari jalur khusus, mahasiswa dari keluarga kurang mampu, hingga santri dan penghafal Al-Qur’an," jelasnya.

Selain itu, program ini juga menyasar mahasiswa berprestasi, tenaga pendidik, dan perangkat desa.

Tak hanya fokus pada sektor pendidikan, Pemkab Jember juga memberikan perhatian besar kepada para penggerak sosial di tingkat akar rumput. Insentif disalurkan kepada puluhan ribu guru ngaji sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam pendidikan keagamaan masyarakat.

Pemkab Jember juga telah mengalokasikan anggaran untuk ketua RT dan RW serta kader posyandu yang selama ini berperan aktif dalam pelayanan masyarakat.

Baca Juga: Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

"Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi serta kualitas pelayanan di tingkat komunitas," tambah Gis Fawait.

Di sisi lain, upaya penanggulangan kemiskinan juga terus dilakukan melalui berbagai program, termasuk renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ratusan rumah warga telah diperbaiki guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Program bantuan sosial juga tetap menjadi prioritas, dengan puluhan ribu warga menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Tak ketinggalan, perhatian diberikan kepada kelompok rentan seperti buruh tani tembakau, pekerja pabrik rokok, penyandang disabilitas, serta anak yatim piatu.

Baca Juga: Momen Bos BRI Jember Turun Gunung Sapa Nasabah dalam Peringatan HPN 2026

Gus Fawait menegaskan bahwa berbagai program tersebut bukan sekadar realisasi anggaran, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

"Saya harap, langkah ini dapat menjadi pondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan Jember yang lebih merata dan inklusif dalam beberapa tahun ke depan," pungkasnya.(ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gerindra Jatim Siapkan Sanksi Pemecatan hingga PAW Bagi Kadernya yang Pesta Sabu di Surabaya

Pihak partai menegaskan tak segan mengambil langkah pemecatan hingga Pergantian Antar Waktu (PAW) jika tuduhan tersebut terbukti secara hukum.

Siapa Pemilik The Alana Hotel Surabaya?

Hotel bintang empat ini berlokasi di Jalan Ketintang Baru I No. 10–12, Surabaya. Lokasinya, tak jauh dari tempat diskotek bahkan Polda Jawa Timur.

Penampakan The Alana Hotel Surabaya, Tempat Pesta Sabu Tiga Kader Gerindra

William menceritakan, kedelapan tamu tersebut datang pada hari yang sama secara bertahap dan memesan tiga kamar langsung di lokasi (walk-in).

Pesan Khusus Gubernur Khofifah saat Lepas 74 Santri Jatim Berlaga di PPSN VI

Kegiatan ini berlangsung hingga 6 Oktober 2026 mendatang, diikuti oleh kontingen santri dari pelbagai provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.

Surat Tak Digubris, Pedagang Pasar Buah Tanjungsari 77 Sindir Pemkot Surabaya Lewat Baliho

Baliho itu dipasang, cara pedagang menyampaikan protes setelah surat permohonan dialog kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya disebut tak kunjung dibalas.

Soal Pesta Narkoba Kader Gerindra di Hotel The Alana Surabaya, Manajemen Cuma Bilang Gini

Tiga dari delapan orang yang diringkus merupakan anggota DPRD aktif tingkat kabupaten di wilayah Jawa Timur dari fraksi Partai Gerindra.