Senin, 03 Agu 2026 11:50 WIB

UK Petra Riset Daur Ulang Limbah Fly Ash Jadi Beton Rumah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 09 Mar 2022 16:20 WIB
Guru Besar dalam Bidang Ilmu Teknik Sipil UK Petra, Prof Antoni, memberi penjelasan proses fly ash
Guru Besar dalam Bidang Ilmu Teknik Sipil UK Petra, Prof Antoni, memberi penjelasan proses fly ash

selalu.id - Universitas Kristen (UK) Petra maksimalkan daur ulang abu terbang atau fly ash yang berasal dari proses pembakaran batu bara yang menghasilkan limbah padat dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Guru Besar dalam Bidang Ilmu Teknik Sipil UK Petra, Prof Antoni mengatakan jika limbah padat dibuang begitu saja dan dibiarkan menumpuk serta tidak diolah akan menyebabkan pencemaran lingkungan secara masif.

Baca Juga: Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

"Sebagai gambaran, di tahun 2021 saja jumlah limbah fly ash yang dihasilkan di Indonesia berjumlah tidak kurang dari 8,7 juta ton per tahun, yang berhasil di daur ulang hanya lebih kurang 10 persen saja,"kata Prof Antoni, saat ditemui di Kampus UK Petra, Rabu (9/3/2022).

Prof Antoni menjelaskan bahwa semula memang fly ash dikategorikan sebagai material B3, namun sesuai dengan PP nomor 22 tahun 2021, fly ash tidak lagi dikategorikan sebagai limbah berbahaya.

"Maka dari itu saya meneliti lebih jauh bagaimana caranya mendaur-ulang Fly Ash ini agar bisa menjadi bahan baku beton yang berkualitas dengan mengurangi bahan semennya,"jelasnya.

Selain itu, Prof Antoni menyebut tentang Potensi Abu Terbang Sebagai Material Sementisius dalam Pembuatan Beton Rendah Semen. Ia menekankan bahwa jika ingin memanfaatkan Fly Ash khususnya dari PLTU maka perlu juga memahami dengan baik kualitasnya.

"Sebagai limbah, tidak semua Fly Ash memiliki kualitas yang baik dan seragam. Maka dari itu Fly Ash itu perlu melalui berbagai tahap evaluasi terlebih dahulu,"ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, jika sudah bisa memanfaatkannya dengan maksimal maka produksi beton di Indonesia bisa dilakukan secara massal.

Selama ini fly ash sudah mulai dimanfaatkan dalam pembuatan beton di Indonesia, namun umumnya hanya dengan kadar rendah, antara untuk menggantikan semen sebesar 20-30 persen saja.

Baca Juga: Viral Isu Bocah 5 Tahun Dieksploitasi Ayah Kandung di Surabaya, Ini Penjelasan Pemkot

"Padahal,kadar penggunaannya ini masih bisa di tingkatkan kembali, bahkan hingga 100 persen,"ungkapnya.

Lebih lanjut Prof Antoni menjelaskan bahwa agar kualitas beton dapat dijaga tetap bagus, kualitas fly ash yang digunakan perlu melalui proses quality control.

"Dalam penelitian, kami mengembangkan metode quality control mutu fly ash yang dapat dilakukan dengan cepat, yang kami sebut dengan Rapid Indicator,"paparnya.

Sementara itu, Prof Antoni juga mengatakan Limbah abu terbang menjadi masalah lingkungan yang nyata. Pemanfaatan limbah abu terbang yang baik secara konsisten akan mengurangi masalah lingkungan.

Baca Juga: Arus Bawah PSHT Jatim Buka Ruang Rekonsiliasi dengan M1R, Fokus Kejar Pelaku Pembacokan

"Sekaligus mengurangi penggunaan semen, yang dimana proses produksinya juga menghasilkan gas karbon dioksida yang meningkatkan efek rumah kaca,"jelasnya.

Pemanfaatan semen yang efisien dan efektif, kata dia, disertai dengan pemanfaatan limbah abu terbang sebagai material pengganti sebagian semen, mampu menghasilkan mutu beton yang baik dan tahan lama serta mempunya nilai ekonomis tinggi.

Ia menambahkan bahwa fly Ash ini sendiri merupakan limbah dari proses pembakaran dari PLTU, maka kualitasnya juga bervariasi terhadap waktu.

Hal ini disebabkan adanya perbedaan sumber batubara, temperatur pembakaran batu bara, dan variabel lainnya.

"Biasanya beton yang menggunakan Fly Ash ini akan berwarna agak kecoklatan dan terjadi peningkatan mutu pada umur lanjut," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gelar Istigasah Jelang IGIC 2026, Kemenag Jatim Tekankan Fungsi Masjid sebagai Pusat Perdamaian

Puncak acara akan diisi langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang memimpin Tabligh Akbar di hadapan ribuan jemaah.

JKCI 2026 Pukau Dunia, Terobosan Jitu Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Jember

Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan hilirisasi menjadi kunci utama agar kesejahteraan para petani tembakau melonjak tajam.

Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali, Hadiah Juara Naik jadi Rp8 M

Maruarar mengungkapkan, meski sebelumnya ada wacana menggelar laga krusial tersebut di Surabaya, namun keputusan laga akhirnya digelar di Bali.

Tak Ada Ongkos Berobat? Pemkab Jember Kirim Nakes dan Dokter Spesialis Langsung ke Rumah Warga

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengungkapkan bahwa program dengan konsep jemput bola ini lahir dari keprihatinan atas kondisi riil di lapangan.

Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Sumenep: Korban Selamat jadi 231, Lima Tewas

Unsur SAR hingga kini masih bersiaga di lokasi untuk melanjutkan pencarian sekaligus memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian.

Evakuasi Dramatis Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar di Sumenep

Hingga kini, KN SAR 249 Permadi bersama tim SAR gabungan masih menyisir lokasi untuk pencarian korban dan pendataan ulang.