Minggu, 04 Okt 2026 22:41 WIB

Waketum Golkar Adies Kadir Sambangi DPRD Surabaya, Kenang Awal Karier Politiknya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 31 Okt 2025 15:06 WIB
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Adies Kadir, mengunjungi gedung DPRD Kota Surabaya
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Adies Kadir, mengunjungi gedung DPRD Kota Surabaya

selalu.id – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Adies Kadir, mengunjungi gedung DPRD Kota Surabaya pada Jumat (31/10/2025). Kunjungan ini menjadi ajang nostalgia bagi anggota DPR RI asal daerah pemilihan Surabaya–Sidoarjo itu, karena di tempat tersebut ia memulai karier politiknya.

 

Baca Juga: Ditanya Peluang Eri Cahyadi, Ketua Golkar Jatim Malah Spil Nama Blegur untuk Pilgub 2029

“Dulu saya anggota DPRD Kota Surabaya tahun 2009–2014. Kebetulan hari ini pas ada kunjungan ke Surabaya, sekalian nostalgia salat Jumat di DPRD kota,” ujar Adies saat berbincang dengan sejumlah kader dan wartawan di ruang Wakil Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fahtoni.

 

Adies mengenang masa ketika dirinya menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya. Saat itu, Golkar hanya memiliki lima kursi dan belum menempati posisi pimpinan dewan.

 

“Sekarang sudah luar biasa, sudah dapat pimpinan. Dulu di sinilah saya ditempa menjadi wakil rakyat, belajar memperjuangkan aspirasi masyarakat dan berkomunikasi langsung dengan konstituen,” kenangnya.

 

Salah satu pengalaman yang paling diingatnya adalah ketika menjadi Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengembalian Aset Yayasan Kas Pembangunan (YKP) pada 2010–2011.

 

“Saat itu kita mulai membuka ‘kotak Pandora’. Kita ingin aset-aset yang dikuasai pihak ketiga sejak tahun 1950-an dikembalikan kepada Pemerintah Kota Surabaya,” jelasnya.

 

Menurut Adies, proses tersebut dijalankan di masa pemerintahan Wali Kota Tri Rismaharini dengan melibatkan sejumlah lembaga, mulai kejaksaan hingga KPK.

 

“Walau tidak tuntas di periode saya, tapi periode berikutnya Alhamdulillah bisa dikembalikan dan sekarang bahkan sudah akan dijadikan BUMD. Artinya, puluhan ribu tanah yang dulu dikuasai pihak lain kini kembali jadi aset Pemkot Surabaya,” katanya.

 

Ia menilai, pengembalian aset itu tidak hanya menambah kekayaan daerah, tetapi juga memperkuat struktur keuangan daerah.

 

Dalam kunjungan tersebut, Adies berpesan kepada kader muda Partai Golkar agar selalu melayani rakyat dengan sungguh-sungguh.

 

“Melayani pemilih itu harus diutamakan. Sekecil apa pun kebutuhan mereka soal pendidikan, kesehatan, atau urusan sehari-hari harus diperhatikan,” tegasnya.

 

Baca Juga: Fokus Konsolidasi, Partai Golkar Surabaya Bidik 10 Kursi di 2029 

Ia mencontohkan kebiasaannya menjawab pesan masyarakat, baik melalui telepon maupun WhatsApp.

 

“Walaupun dijawab sehari dua hari, tetap harus dijawab. Itu yang membuat suara saya terus meningkat di tiap periode,” ujarnya.

 

Adies menegaskan, wakil rakyat sejatinya adalah pelayan masyarakat.

“Kalau ingin dipilih kembali, layanilah masyarakat dengan baik. Tapi kalau sudah bosan, cuek saja, insya Allah tidak akan dipilih lagi,” katanya disambut tawa kader.

 

Ia juga mengenang masa kepemimpinan Ketua DPRD Surabaya, Wisnu Wardhana. Menurutnya, dinamika politik kala itu sangat tinggi namun tetap diwarnai semangat kekeluargaan antarfraksi.

 

“Waktu saya di Komisi A, nggak ada lagi istilah Fraksi A atau B. Kita semua satu keluarga. Ketua komisinya waktu itu Armuji, sekretarisnya Alvan dari PKS. Kompak sekali,” kenangnya.

 

Baca Juga: Arif Fathoni Mulai Didorong ke Pilwali Surabaya 2029, Begini Respon Golkar Jatim

Semangat itu, lanjut Adies, terus ia bawa hingga kini menjabat Ketua Komisi III DPR RI.

“Di DPR RI saya juga selalu bilang: yang ada bukan fraksi partai, tapi fraksi komisi. Kalau kerja bareng, hasilnya akan terasa,” ujarnya.

 

Adies menilai, banyaknya kader muda yang kini duduk di legislatif menandakan regenerasi Partai Golkar berjalan baik.

 

“Setiap lima tahun, hanya 30–40 persen wajah lama yang bertahan. Sisanya wajah baru. Jadi yang ingin tetap dipilih harus kerja nyata. Kalau tidak, ya akan tersingkir,” katanya.

 

Ia juga menyinggung pembahasan RUU Pemilu yang tengah dibahas di Komisi II DPR RI. Menurutnya, semua partai, termasuk Golkar, masih mengkaji apakah sistem pemilu akan tetap terbuka, tertutup, atau campuran.

 

“Kita tunggu saja hasil akhirnya,” ucapnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persela Lamongan Menang Lagi, Kini Bungkam Barito Putera 0-1

Hasil manis ini menjadi modal krusial bagi Persela Lamongan untuk terus bersaing di papan atas klasemen Pegadaian Championship 2026/2027.

Sambut Hari Jadi ke-81 Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan Alsintan ke Petani Mojokerto

Gubernur Khofifah menyebut bantuan alsintan bertujuan meningkatkan efisiensi kerja petani agar produktivitas pertanian di Jatim terdongkrak.

Detik-detik Takmir Amankan Pencuri Kotak Amal di Masjid Baitusshodiqqin Nganjuk

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pengurus masjid dan musala lain di Kabupaten Nganjuk untuk lebih waspada, apalagi di jam-jam sepi.

Cegah Inflasi, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-158 di Mojokerto

Gubernur Jatim Khofifah mengatakan, selain untuk menstabilkan harga, pasar murah ini juga digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Pemprov Jatim ke-81.

Armuji Minta Ranting PDIP Surabaya Ambil Hati Warga di Pemilu 2029, Jangan Main Proyek!

Armuji menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap kader yang menjadikan posisi politik sebagai sarana mencari keuntungan dari masyarakat.

Daftar TV yang Siarkan Final FIFA ASEAN Cup Indonesia vs Thailand, Ayo Dukung!

Partai final kali ini menjadi ujian berat sekaligus momentum pembalasan bagi Indonesia. Rekor rekam jejak mencatat, kedua tim sudah bertemu sebanyak 6 kali.