Sabtu, 26 Sep 2026 15:23 WIB

Antisipasi Lonjakan, RS Darurat Bangkalan Siap Tangani Pasien Covid-19 Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 07 Feb 2022 10:19 WIB
Gubernur Jawa Timur saat meninjau Rumah Sakit Darurat Lapangan, Bangkalan
Gubernur Jawa Timur saat meninjau Rumah Sakit Darurat Lapangan, Bangkalan

selalu.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan kesiapan dioperasikannya kembali Rumah Sakit Darurat Lapangan Bangkalan / Rumah Isolasi OTG Provinsi Jawa Timur (RSDLB/RI-OTG Jatim) untuk menangani pasien COVID-19.

Khofifah meninjau langsung kesiapan diantaranya Gedung A yang nantinya diperuntukkan sebagai tempat perawatan pasien wanita. Dilanjutkan ke kawasan Gedung B, C, D dan E. Dari kelima kawasan dalam komplek RSDLB tersebut.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

"Kenyamanan pasien harus diutamakan, termasuk fasilitas hiburan, tempat cuci pakaian. RSDLB juga harus memperhatikan dan mengutamakan privasi pasien perempuan, menyediakan sarana penyekat antar bed, kenyamanan kamar mandi, tempat sholat dan lainnya," ujarnya.

Saat ini kapasitas tempat tidur pasien di RSDLB sejumlah 380 dan nantinya akan siap dilakukan pengembangan untuk antisipasi hingga kapasitas 500 pasien. Sehingga 9 Februari 2022, RSDLB sudah siap beroperasi dan menerima pasien perdana

Khofifah mengapresiasi kesiapan para nakes, relawan dan personil pendukung RSDLB serta dan sarana prasarana yang sudah terpasang dan dan siap digunakan.

Mayor CKM Bambang menjelaskan, untuk saat ini semua nakes dan relawan sejumlah 57 orang serta dukungan personil dan keamanan sejumlah 54 orang telah disiap siagakan sejak 3 Januari 2022 dan dalam kondisi siap tugas.

Baca Juga: Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

"Untuk perbaikan dan pemenuhan sarana dan prasarana pendukung yang dijalankan oleh teman-teman BPBD akan selesai dalam 3-4 hari ke depan, sehingga dipastikan Rabu, 9 Februari 2022, RSDLB sudah siap beroperasi dan menerima pasien perdana," jelasnya.

Sementara itu, Radian Jadid, Ketua Relawan Pendamping PPKPC-RSDLB (Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 RSDLB) meyatakan, sesuai tupoksi RSDLB sebagai rumah sakit darurat lapangan. Maka sewaktu-waktu akan siap difungsikan apabila kondisi memang diperlukan.

Semua sistem di RSDLB dengan personil nakes, relawan pendamping dan personil pendukung lainnya telah siap dan bisa langsung berfungsi. Dengan penyempurnaan sarana prasarana yang ada, tidak butuh waktu lama (3-4 hari) RSDLB siap beroperasi menerima pasien.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Defisit Rp1,01 Triliun, Banggar Andalkan SiLPA dan Minta Pemprov Genjot Pendapatan

Khofifah menerangkan, dengan pengalaman dan sistem yang ada, RSDLB telah siap menjalankan instruksi dari Ibu Gubernur untuk penanganan pasien COVID-19 Jawa Timur.

"Semoga semua dapat tertangani dengan baik, masyarakat tidak abai dan tetap konsisten menjalankan 6M, pemerintah dan stakeholder terkait terus menjalankan 3T, dan harapannya COVID-19 kali ini tidak separah gelombang kedua, serta pandemi COVID-19 ini segera berakhir," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ribuan Santri Adu Bakat dalam PORSADIN VII Jatim di Lumajang

Para juara nantinya akan mewakili Jawa Timur di PORSADIN Nasional yang rencananya digelar di Jakarta pada November 2026.

Bentuk Karakter Penolong, Pemkot Surabaya Rencanakan PMR jadi Ekskul Wajib Pilihan SD-SMP

Wali Kota Eri berpesan agar para pemuda tidak sekali-kali melupakan budaya lokal, menghargai perbedaan, serta mengedepankan sikap saling membantu.

Guruh Soekarnoputra di Mata Wakil DPD PDI Perjuangan Jatim: Indonesia Kehilangan Marhaenis

selalu.id – Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Mas Guruh Soekarnoputra, Mohammad Guruh Irianto S

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.