selalu.id - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut tiga Tri Rismharini ungkap prioritas program resik di debat kedua yakni soal birokrasi pemerintahan harus akuntabel transparan dan partisipasi layanan lebih dekat masyarakat.
“Jawa Timur sangat luas dan banyak diantaranya banyak daerah yang terpencil. Layanan ini harus bisa didekatkan di tingkat kelurahan kecamatan dan daerah layanan yang dilakukan adalah semua menggunakan teknologi informasi,” kata Risma, saat menyampaikan visi misi di debat kedua, Grand City Surabaya, Minggu (3/11/2024).
Baca juga: DPRD Jatim Sahkan Perda Hak Disabilitas, Perkuat Perlindungan dan Kesetaraan Hukum
Risma menyebut layanan yang didekatkan tingkat kelurahan dan kecamatan khususnya di desa-desa terpencil agar bisa diakses langsung untuk masyarakat.
“Agar masyarakat mudah melakukan mulai pendaftaran anak sekolah peluang terhadap keluhan terhadap Sakit keluar terhadap layanan-layanan publik itu bisa diakses langsung,” ujarnya.
Kemudian, lanjut Risma, pemerintah bisa memberikan pertanggungjawaban soal akuntability. Sehingga, bisa menggunakan teknologi informasi agar perizinan selesai.
“Kapan berapa biayanya itu dapat langsung dipantau oleh masyarakat demikian pula bagaimana layanan terutama tentang pengelolaan keuangan yang harus transparan,” terangnya.
Baca juga: RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal
Calon Wakil Gubernur nomor urut tiga Gus Hans menambahkan bahwa misi visi di debat kedua ini, dirinya bersama Risma ingin meningkatkan insentif
untuk para aparat yang berprestasi berdasarkan married system.
“Sehingga mereka betul-betul bekerja dengan baik sesuai dengan kapasitasnya dan juga layanan yang maksimal,” tegasnya.
Lebih lanjut Gus Hans menjelaskan dia dan Risma juga berkomitmen jika terpilih. Mereka akan berkantor keliling seluruh Jawa Timur.
Baca juga: Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!
“Ini agar (kantor keliling) mendekatkan diri kita kepada masyarakat semuanya ingat esensi kita adalah melayani masyarakat jangan sampai masyarakat merasa tersulitkan oleh keberadaan birokrasi,” tegasnya.
“birokrasi bukan sesuatu yang menyulitkan tetapi justru harus memudahkan layanan kepada masyarakat dan itu semuanya Insyaallah pasti akan terjadi kalau kita memiliki jiwa yang resik resik resik dan resik,” tambahnya.
Editor : Arif Ardianto