Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

Reporter : Redaksi
Karhutla. (AI)

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan politik dan pemerintahan.

Berikut top 5 berita selalu.id: 

Baca juga: Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

1. Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri terkait untuk menghadiri rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta. 

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat. 

Dalam pertemuan tingkat kementerian tersebut, isu pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga stabilitas nasional menjadi fokus pembahasan utama. 

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa hasil pembahasan lintas kementerian akan dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. 

"(Lapor) soal karhutla, hasil rapat saya tadi dengan kementerian akan saya laporkan ke Bapak Presiden. Tentunya hari ini akan ada petunjuk-petunjuk lebih lanjut dari Bapak Presiden tentang karhutla," kata Dudung kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026). 

2. Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau Puskesmas Pembantu Pustu Klatakan di Kecamatan Tanggul, Minggu (18/10/2026). Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dasar sekaligus mendorong peningkatan mutu layanan hingga memenuhi standar ISO 2000. 

Gus Fawait hadir didampingi anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian dan sejumlah kepala OPD. Agenda tersebut juga dirangkai dengan persiapan peluncuran program Home Care di Desa Darungan. 

Selain menjenguk pasien yang sedang dirawat, Bupati mengecek langsung kondisi bangunan dan fasilitas di Pustu Klatakan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah adanya ruang terbuka di dalam area puskesmas. 

Melihat potensi tersebut, Gus Fawait meminta ruang itu ditata menjadi taman yang asri. Ia mengusulkan dibuat taman Tanaman Obat Keluarga atau TOGA. 

“Ini bagus ada ruang terbukanya, tapi alangkah bagusnya juga diperbaiki dengan dibuat taman TOGA yang menarik, sehingga bisa membuat rasa nyaman pasien,” ujar Gus Fawait kepada Kepala Pustu Klatakan. 

Menurutnya, mutu pelayanan kesehatan tidak hanya soal tenaga medis. Kondisi lingkungan dan kelengkapan sarana juga berpengaruh besar terhadap kenyamanan pasien. 

3. Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Beban keluarga pasien tak selalu berakhir ketika dokter mengizinkan pasien pulang. Bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, biaya transportasi dari rumah sakit menuju rumah masih menjadi persoalan tersendiri. 

Baca juga: Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Pemerintah Kabupaten Jember berupaya menjawab persoalan itu melalui program Mobil Cinta, layanan antar pasien pulang secara gratis. 

Manfaat program tersebut salah satunya seperti dirasakan keluarga Achmad Zaini, warga Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari. 

Adiknya yang menderita penyakit ginjal menjalani perawatan selama sekitar 10 hari di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember. Setelah kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang pada Senin (19/10/2026), pasien tersebut mendapatkan fasilitas antar menggunakan Mobil Cinta tanpa dipungut biaya. 

Zaini mengaku bersyukur karena keluarganya tidak harus memikirkan biaya transportasi, mulai dari proses mendapatkan pelayanan kesehatan hingga kembali ke rumah. 

“Yang sakit itu adik saya, sakit ginjal. Alhamdulillah, selama dirawat tanpa biaya atau gratis. Kami berangkat menggunakan mobil ambulans puskesmas, itu pun juga gratis,” ungkapnya. 

4. Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membongkar keterlibatan pihak asing dan korporasi negara tetangga dalam bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di tanah air. 

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan, penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri saat ini sedang mendalami puluhan kasus yang melibatkan entitas bisnis berskala internasional tersebut. 

Baca juga: Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

"Dari 98 kasus yang didalami, ada keterlibatan pihak asing. Namun karena dalam proses penyidikan ini masih kita pilah, mana yang PMA (Penanaman Modal Asing), mana yang bukan. Tapi yang jelas ada keterlibatan pihak asing," jelas Jenderal Suyudi usai menghadiri rapat terbatas penanganan karhutla di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026). 

Ia mengungkapkan, dari total penanganan karhutla oleh kepolisian, sebanyak 98 Laporan Polisi (LP) yang melibatkan sektor korporasi telah resmi dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan. 

5. Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya menyetujui Rancangan Peraturan Daerah Raperda tentang Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik untuk ditetapkan menjadi Perda. 

Namun persetujuan itu disertai catatan penting agar layanan sanitasi tidak hanya berhenti di pembangunan fisik, tetapi juga terjangkau bagi warga berpenghasilan terbatas. 

Hal tersebut disampaikan juru bicara Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko dalam Rapat Paripurna penyampaian Pendapat Akhir Fraksi, Senin (19/10/2026). 

Menurut Cak Yebe, sapaan Yona Bagus, pengelolaan air limbah domestik adalah kunci mewujudkan Surabaya yang bersih dan sehat. 

“Pengelolaan air limbah domestik menjadi bagian penting untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota yang sehat, bersih, tertata, dan berkelanjutan. Tak hanya membangun infrastruktur, pengelolaan ini juga berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, dan hak warga untuk tinggal di lingkungan permukiman yang layak,” tegas pria yang juga menjabat Ketua Komisi A DPRD Surabaya itu. 

Editor : Achmad Supriyadi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru