selalu.id - Korban meninggal dunia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang lereng Bromo bertambah satu orang, sehingga total korban jiwa menjadi empat orang, Kamis (15/10/2026).
Korban jiwa terbaru adalah Hendra Rony W, petugas TNBTS yang sebelumnya sempat dievakuasi dalam kondisi luka-luka.
Baca juga: Kronologi dan Identitas 3 Petugas Tewas saat Kebakaran Bromo
Hendra menghembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan intensif di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Sebelumnya, tiga orang dilaporkan gugur di lokasi kejadian saat berupaya memadamkan kobaran api dan melakukan penanganan darurat.
Ketiga korban tewas tersebut adalah Sukaris (Operator Layanan Operasional Seksi PTN Wilayah I Balai Besar TNBTS Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan), Wisnu (relawan hotel sekaligus penggiat alam), serta Safril Ardiansyah (relawan hotel yang juga mantan atlet panjat tebing kebanggaan Kota Probolinggo).
Sementara itu, dua korban luka-luka lainnya hingga saat ini masih mendapatkan perawatan medis secara intensif di Puskesmas Sukapura.
Baca juga: Foto: Tim Gabungan Evakuasi 3 Pemadam Tewas dalam Kebakaran Bromo
"Semoga petugas yang dalam perawatan medis saat ini kondisinya lekas membaik dan segera pulih kembali," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif.
Peristiwa memilukan ini bermula saat tim BPBD mencatat sebaran empat titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 06.57 WIB.
Api terpantau membakar vegetasi di dua area utama, yakni puncak Gunung Kembang di Kecamatan Lumbang dan puncak Gunung Lingga di Kecamatan Sukapura.
Baca juga: Tragedi Karhutla Bromo: 3 Anggota Pemadam Meninggal, Tiga Luka Bakar
Hanya dalam hitungan jam, kobaran api bergerak cepat melalap vegetasi yang mengering. Sekitar pukul 11.00 WIB, kepulan asap tebal semakin membubung tinggi ke udara, menandakan api kian membesar dan sulit dikendalikan hingga memicu jatuhnya korban jiwa dari para garda terdepan.
Hingga kini, tim gabungan dari BPBD, Balai Besar TNBTS, serta relawan setempat masih terus berjuang keras melokalisasi titik api agar tidak makin meluas maupun jalur utama akses wisata Bromo.
Editor : Zein Muhammad