DPRD Surabaya Soroti U-Ditch Tak Kunjung Terealisasi di Lontar

Reporter : Ade Resty
Reses Ketua Komisi A DPRD Mojokerto Yona Bagus Widyatmoko. (Ade/selalu.id)

selalu.id– Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe menutup rangkaian resesnya di Candi Lontar RT 6 RW 7, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kamis (8/10/2026). 

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah keluhan, salah satunya terkait usulan pemasangan U-Ditch di beberapa titik RT di RW 7 yang belum terealisasi. 

Baca juga: Aturan SHS Bikin Ribet, Karang Taruna Surabaya Keluhkan Pengajuan Dana Gen Z Rp5 Juta

Cak Yebe meminta pengurus RT dan RW lebih proaktif mendokumentasikan setiap usulan pembangunan hasil Musrenbang. Ia juga meminta salinan usulan diserahkan kepada anggota dewan dari dapil setempat. 

“Kalau ada Musrenbang dan menyampaikan usulan terkait infrastruktur dan lainnya, sebisa mungkin memberikan salinan usulan tersebut kepada anggota dewan dapil agar menjadi atensi bagi dewannya untuk mengawal usulan tersebut sampai pada tahapan realisasinya,” ujar politisi Gerindra itu. 

Menurutnya, koordinasi antara pengurus lingkungan dan anggota dewan penting agar aspirasi warga tidak mentok di tahap pengajuan. Pengawalan dari DPRD diperlukan untuk memantau perkembangan program yang sudah masuk dalam mekanisme perencanaan.

Dalam reses tersebut, Cak Yebe juga menyerahkan bantuan langsung. Sebesar Rp20 juta diberikan untuk renovasi rumah tidak layak huni milik Mustofa. Rumah itu sebelumnya pernah diusulkan melalui program rutilahu Pemkot namun belum mendapat realisasi. 

“Di kesempatan ini saya juga memberikan bantuan tunai sebesar Rp20 juta untuk renovasi rumah tidak layak huni milik Bapak Mustofa yang sempat diajukan melalui program rutilahu dan belum terealisasi,” kata Bendahara DPC Gerindra Kota Surabaya ini. 

Baca juga: Warga Surabaya Bayar Retribusi PJU, Tapi Masih Beli Lampu SendiriĀ 

Selain itu, ia memberikan bantuan Rp5 juta kepada warga RT 6 RW 7. Dana tersebut akan digunakan sebagai modal awal merapikan lahan fasilitas umum yang rencananya dipakai untuk kegiatan olahraga warga. 

“Bantuan Rp5 juta ini menjadi anggaran awal untuk merapikan tanah fasum yang akan digunakan sebagai sarana olahraga senam warga dan bola voli,” ujarnya. 

Cak Yebe berharap penataan fasum bisa memberi ruang aktivitas yang dekat dengan permukiman. Ia menilai pemanfaatan fasilitas lingkungan bersama-sama dapat mendorong kebersamaan warga. 

Baca juga: DPRD Surabaya Dorong Urban Farming di Kedurus Jadi Model Ketahanan Pangan Kampung

Aspirasi Akan Dikawal 

Reses di Candi Lontar menjadi momen bagi Cak Yebe melihat langsung kebutuhan warga. Aspirasi terkait infrastruktur, rutilahu, hingga fasilitas olahraga akan ia bawa ke pembahasan di DPRD Surabaya. 

“Ya semoga bantuan ini bisa segera dimanfaatkan untuk kebutuhan warga dan memberikan manfaat. Saya juga akan terus mengawal usulan yang disampaikan warga agar bisa ditindaklanjuti sampai terealisasi,” pungkasnya.

Editor : Achmad Supriyadi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru