selalu.id - Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Jember didorong tidak hanya mencari peluang kerja di dalam negeri, tetapi juga menembus pasar kerja internasional melalui program SMK Go Global.
Program tersebut diperkuat melalui kegiatan Edukasi Pelindungan dan Migran Aman dalam rangka mendukung SMK Go Global yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha Jember, Kamis (8/10/2026).
Baca juga: Bupati Cup Atletik Jember Digelar, Ribuan Bakat Muda Dibidik Masuk Radar Prestasi
Kegiatan ini mempertemukan Pemerintah Kabupaten Jember, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), BP3MI Jawa Timur, dunia pendidikan, hingga pemerintah di tingkat kecamatan dan desa.
Bupati Jember Muhammad Fawait yang mengikuti kegiatan secara daring mengatakan, SMK Go Global menjadi salah satu upaya membuka akses karier yang lebih luas bagi lulusan SLTA, khususnya mereka yang memiliki keterampilan kejuruan.
Menurutnya, peluang bekerja di luar negeri harus dibarengi dengan kesiapan kompetensi dan mekanisme keberangkatan yang resmi. Dengan demikian, calon pekerja migran tidak hanya memiliki peluang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memperoleh perlindungan dari negara.
“Ketika prosedural, maka itu berangkat secara resmi. Ketika terjadi apa-apa, bisa dilakukan komunikasi antara pemerintah dengan pemerintah,” ujar Gus Fawait.
Ia menilai pekerja migran juga memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian nasional melalui devisa. Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat yang memilih bekerja ke luar negeri mendapatkan pelatihan dan pendampingan yang memadai.
“Diberi pelatihan, bahkan dikawal sampai keberangkatan untuk menjadi PMI yang prosedural. InsyaAllah ketika prosedural, yang bersangkutan bahagia, keluarga tenang, negara juga memberikan penghormatan yang terbaik kepada pahlawan devisa kita,” katanya.
Sementara itu, Kepala BP3MI Jawa Timur Kombes Pol. Tyas Puji Rahadi mengatakan, kebutuhan tenaga kerja di luar negeri terus berkembang. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi lulusan SMK, sepanjang mereka memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.
Menurutnya, calon PMI perlu dibekali kemampuan teknis, bahasa asing, sertifikasi, hingga pemahaman budaya dan aturan ketenagakerjaan di negara tujuan.
Baca juga: HUT TNI ke-81 di Jember: Ojol hingga Mahasiswa Melebur, Bukti Kemanunggalan Rakyat
“Peningkatan kapasitas perlu disusun berbasis kebutuhan riil pasar kerja luar negeri agar peserta pelatihan memiliki peluang yang lebih besar untuk ditempatkan,” jelasnya.
Tyas mengungkapkan, berdasarkan data KP2MI per 7 Oktober 2026, sebanyak 1.828 warga Jember tercatat bekerja sebagai PMI di luar negeri. Dari jumlah tersebut, 1.805 orang berada di kawasan Asia, 16 orang di Eropa, sementara lainnya tersebar di Australia, Afrika, dan Amerika.
Program SMK Go Global merupakan bagian dari program direktif Presiden dengan target peningkatan kapasitas sebanyak 500.000 calon PMI atau PMI secara bertahap selama periode 2026–2029.
Untuk Jawa Timur, target peserta pada 2026 mencapai 6.800 orang. Sementara khusus Jember, hingga saat ini baru terdapat 76 peserta yang mendaftar melalui batch pertama dan kedua.
Angka tersebut masih terbuka untuk bertambah seiring masifnya sosialisasi kepada sekolah dan masyarakat.
Baca juga: APBD 2027 Jember Fokus Tekan Kemiskinan Lewat Kesehatan, Pendidikan dan Pemberdayaan
“Harapan kami akan bertambah secara signifikan warga Jember yang akan bergabung dengan program SMK Go Global,” ujar Tyas.
Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, lembaga pelatihan kerja, hingga pemerintah desa diperlukan untuk menyiapkan calon PMI yang benar-benar siap bekerja di pasar internasional.
Melalui SMK Go Global, lulusan sekolah kejuruan di Jember diharapkan memiliki pilihan baru dalam membangun masa depan. Bukan sekadar berangkat bekerja ke luar negeri, tetapi berangkat dengan kompetensi, sertifikasi, kesiapan bahasa, jalur resmi, dan perlindungan sejak tahap persiapan hingga bekerja di negara tujuan.
Program ini sekaligus diarahkan menjadi bagian dari strategi memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk keluarga kurang mampu di Jember.
Editor : Achmad Supriyadi