selalu.id - Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tambak Kemerakan di Krian, Kabupaten Sidoarjo belum dimanfaatkan secara maksimal. Dari 114 unit yang tersedia, baru 19 kepala keluarga yang menempati.
Kondisi itu disorot Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat melakukan sidak ke lokasi, Selasa (6/10/2026). Selain tingkat keterisian rendah, sejumlah fasilitas rusunawa juga ditemukan rusak dan lingkungan sekitar kurang terawat.
Baca juga: Desa Sidorejo Sidoarjo Sulap Greenhouse jadi Wisata Petik Melon Premium
Saat ini seluruh penghuni adalah warga terdampak penertiban bangunan liar di Mulyodadi. Sementara ratusan unit lainnya masih kosong.
Mimik menilai bangunan sebesar itu sayang jika dibiarkan kosong. Padahal masih banyak warga Sidoarjo yang belum memiliki rumah atau tinggal di tempat tidak layak.
"Eman bangunan segini besarnya mangkrak tidak berpenghuni, padahal warga Sidoarjo banyak yang masih membutuhkan tempat hunian. Pemerintah harus hadir untuk membenahi fasilitas yang rusak agar masyarakat yang menempati nantinya merasa nyaman," ujarnya.
Ia mendorong perbaikan menyeluruh, bahkan renovasi total jika ada bagian yang tidak layak dan membahayakan. Menurutnya, pengurusan administrasi ke pemerintah pusat juga harus segera dituntaskan.
"Kalau bisa ini harus direnovasi total. Kalau memang ada surat-surat dari pemerintah pusat atau kementerian yang belum diserahkan, itu seharusnya segera diurus. Nanti saya komunikasikan dengan Pak Bupati, harus segera ada tindakan secepatnya," tegasnya.
Setelah diperbaiki, Mimik mengusulkan rusunawa tidak hanya untuk warga terdampak penertiban. Warga Sidoarjo lain yang membutuhkan hunian juga harus diberi kesempatan.
Baca juga: Satpol PP Sidoarjo Tertibkan 8 Bangunan di Frontage Road Waru
Untuk menarik minat, ia mewacanakan skema hunian gratis selama satu tahun.
"Kalau sudah dibetulkan dan bagus, nanti warga Kabupaten Sidoarjo yang tidak mempunyai rumah atau rumahnya tidak layak bisa menempati rumah ini gratis selama satu tahun. Ini untuk memancing supaya penghuni penuh dan bangunan ini benar-benar bermanfaat," jelasnya.
Fasilitas yang belum memadai disebut menjadi salah satu penyebab rendahnya minat. Mimik mengaku menerima aduan warga yang ingin menyewa tetapi urung karena kondisi bangunan.
"Informasinya banyak yang memohon untuk menyewa, cuma fasilitasnya kurang memenuhi. Kita lihat sendiri kondisinya, atapnya juga ada yang rusak. Ini harus dibenahi secara total. Daripada nanti ambruk dan membahayakan, lebih baik segera kita anggarkan," katanya.
Baca juga: Bupati Sidoarjo Desak Proyek Jembatan Candinegoro Dipercepat
Ia juga menyinggung status pembangunan rusunawa yang merupakan bantuan dari kementerian. Koordinasi dengan pemerintah pusat perlu segera dilakukan agar aset tidak terbengkalai.
"Ini pembangunannya dari kementerian. Jangan sampai akhirnya tidak bermanfaat, sia-sia bangunan seperti ini. Di Sidoarjo ada berapa rusun yang terbengkalai, ini harus ada perhatian dari dinas terkait. Nanti akan kita komunikasikan," pungkasnya.
Ketua RT setempat Misyadi menambahkan, masalah air bersih baru teratasi tiga bulan terakhir. Sebelumnya warga harus mencari air sendiri. Untuk tarif sewa, warga eks Mulyodadi saat ini dikenai Rp185 ribu per KK per bulan.
Editor : Achmad Supriyadi