Nasib Nahas Sofyan, Jadi Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya di Hari Pertama Kerja

Reporter : Dony Maulana
Hasinah, ibu kandung Sofyan, saat berada di Rumah Sakit Haji Surabaya. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Hari pertama bekerja yang seharusnya menjadi momen membahagiakan justru berubah menjadi nestapa bagi Muhamad Sofyan (19), warga Wonokusumo, Surabaya.

Baru saja melangkahkan kaki di tempat kerjanya, ia langsung menjadi korban ledakan dahsyat di kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Selasa (6/10/2026).

Baca juga: Kondisi Terkini Kawasan Pakuwon City Surabaya Pascaledakan Dahsyat

Akibat insiden tersebut, Sofyan kini harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Surabaya setelah mengalami luka bakar serius di bagian wajah serta kedua tangannya.

Sofyan merupakan satu dari lima korban luka dalam peristiwa mencekam tersebut.

Hasinah, Ibu kandung Sofyan, menceritakan detik-detik menegangkan saat sang putra menghubungi keluarga beberapa saat setelah ledakan terjadi. Dalam kondisi panik, Sofyan sempat mengabarkan musibah yang menimpanya.

"Dia menelepon kakaknya, berkata: 'Kak, saya kecelakaan, ada kebakaran'," tutur Hasinah menirukan ucapan sang anak saat ditemui di rumah sakit.

Baca juga: Penyebab Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya Masih Misterius

Hasinah mengungkapkan, anak kelimanya itu memang baru saja mulai bekerja di ruko tersebut pada pagi hari kejadian.

Belum sempat beradaptasi dengan lingkungan kerja barunya, nasib naas keburu menghampirinya.

Hingga saat ini, Hasinah beserta pihak keluarga masih setia mendampingi Sofyan di Rumah Sakit Haji Surabaya.

Baca juga: Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya, Polisi Sita Tabung Elpiji 50 Kilogram

Pihak keluarga berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga Sofyan bisa segera beraktivitas kembali.

Sementara itu, pihak kepolisian bersama Tim Inafis dan Labfor masih terus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti ledakan, yang diduga kuat dipicu oleh kebocoran tabung gas LPG.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru