selalu.id - Limbah lemak ditemukan di saluran air kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya. Temuan tersebut diketahui saat Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya melakukan pembersihan sekaligus pengecekan saluran pada Minggu (4/10/2026).
Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, tumpukan limbah lemak ditemukan saat petugas melakukan pembersihan saluran.
Baca juga: Ketika Limbah Bawa PLN Nusantara Power Sabet 71 Penghargaan di ENSIA 2026
“Itu ditemukan pas kita bersih-bersih,” kata Hidayat saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026)
Ia mengatakan setelah saluran dibersihkan, petugas kemudian melakukan pengecekan untuk menelusuri sumber limbah lemak yang menumpuk tersebut.
Dari pengecekan itu, salah satu sumbernya mengarah pada aktivitas sebuah kafe di kawasan tersebut. Hidayat mengatakan, pihak manajemen kafe juga mengakui belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“Dan mereka juga sudah mengakui kok, pihak manajer, ‘Pak, kami salah. Kita akan perbaiki’,” ungkap Hidayat menirukan pihak manajemen kafe.
Hidayat menjelaskan, limbah lemak yang masuk ke saluran dapat menghambat aliran air. Kondisi tersebut menjadi persoalan karena saluran tidak dapat mengalirkan air secara optimal apabila terdapat penumpukan lemak.
“Itu bisa menghambat aliran airnya,” jelasnya.
Karena persoalan pengelolaan limbah berada di ranah Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DSDABM akan berkoordinasi dengan dinas tersebut terkait tindak lanjut terhadap usaha yang ditemukan memiliki persoalan limbah.
Baca juga: Lahan KAI Belakang Pasar Turi jadi Tempat Sampah Ilegal, Pemkot Surabaya Siapkan Sanksi Tegas
“Kalau kita kan nanti koordinasi dengan pihak DLH untuk memberi teguran, bukan kita,” tegasnya.
Hidayat menambahkan, persoalan tersebut tidak hanya menjadi perhatian untuk satu lokasi. DSDABM mengimbau seluruh pelaku usaha, terutama usaha yang menggunakan minyak dalam aktivitasnya, agar memiliki sistem penyaringan atau pengolahan sebelum air limbah masuk ke saluran.
“Kalau yang berjualan yang sudah ada, kayak gorengan, yang mengandung minyak, ataupun yang menimbulkan lemak-lemak semacam itu, kalau bisa mereka sudah menyiapkan grease trap atau IPAL,” bebernya.
Sistem tersebut diperlukan agar air yang keluar dari tempat usaha menuju saluran umum sudah dalam kondisi lebih bersih.
“Untuk di dapurnya dia, atau di mana dia taruh. Jadi supaya nanti air yang keluar ke tempat kita itu, airnya sudah bersih,” jelas Hidayat.
Baca juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Tolak Kompensasi Pengembang
Hidayat menyatakan temuan limbah lemak di saluran tersebut bukan berasal dari laporan warga. Temuan muncul ketika petugas menjalankan pembersihan saluran yang memang rutin dilakukan.
Pemkot Surabaya melalui DSDABM memang melakukan pengecekan dan pembersihan saluran untuk menjaga kelancaran aliran air.
Hidayat mengimbau pelaku usaha di kawasan perkotaan agar tidak langsung membuang limbah yang mengandung minyak atau lemak ke saluran umum.
“Ya, untuk mereka yang ini memberikan teguran,” tandasnya.
Editor : Zein Muhammad