selalu.id - Upaya menekan potensi inflasi terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
Salah satunya melalui gelaran Pasar Murah ke-158 yang dilaksanakan di Balai Desa Ngowo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Minggu (4/10/2026).
Baca juga: Sambut Hari Jadi ke-81 Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan Alsintan ke Petani Mojokerto
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, selain untuk menstabilkan harga, pasar murah ini juga digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Pemprov Jatim ke-81.
“Sepanjang 2026, ini Pasar Murah yang ke-158, lalu pasar murah di bulan Oktober ini kita iringkan dengan Hari Jadi Pemprov Jatim yang ke-81,” katanya.
Baca juga: Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB
Menurut Khofifah, kegiatan serupa juga akan digelar di daerah lain. Pekan ini pasar murah dijadwalkan berlangsung di Blitar dan Magetan pada 6 Oktober 2026.
“Pasar murah ini kita maksimalkan untuk melakukan stabilisasi dari kemungkinan potensi inflasi, lalu mendekatkan jangkauan konsumen, sehingga kita memang mencoba menyapa lebih merata daerah-daerah di Jawa Timur,” tegas Khofifah.
Baca juga: Tabrak Pikap Tetangga Parkir Sembarangan di Mojokerto, Pemuda Tewas
Ia juga menyinggung kondisi inflasi di Jatim. Berdasarkan data year on year, angka inflasi di provinsi ini masih berada di bawah 3 persen. Capaian itu lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,35 persen.
“Kalau year on year, kita tidak sampai 3 persen, kalau year to day, year to month beda lagi datanya,” jelas Khofifah.
Editor : Zein Muhammad