selalu.id - Mulai Kamis (1/10/2026) kemarin, Aparatur Sipil Negara Pemkot Surabaya resmi menjalankan tugas di Balai RW. Pada hari pertama, Pemkot mengakui masih perlu memperluas sosialisasi agar masyarakat mengetahui jenis layanan yang tersedia.
Sekda Kota Surabaya Lilik Arijanto menyebut kebijakan ini bertujuan mendekatkan pelayanan publik ke tingkat paling bawah. ASN yang ditugaskan merupakan gabungan dari kelurahan, kecamatan, hingga perangkat daerah terkait wilayah tersebut.
Baca juga: Warga Nginden Masuk Desil 9 Wadul ke Anggota DPRD Surabaya Anas Karno
"Semua PNS mulai dari staf sampai Ketua Tim Kerja (Katimja) atau Kepala Seksi (Kasi) yang ditugaskan sudah hadir di Balai RW, kecuali yang kebetulan sedang sakit, cuti, atau menjalankan dinas luar," ujar Lilik saat dikonfirmasi selalu.id, Jumat (2/10/2026).
Lilik menjelaskan, tugas ASN di Balai RW tidak terbatas pada urusan administrasi kependudukan. Petugas juga diminta membantu menyelesaikan berbagai keluhan warga sesuai tupoksi masing-masing PD.
Kendati demikian, ia mengakui keberadaan layanan ini belum sepenuhnya diketahui warga.
"Kami menyadari masih dibutuhkan penguatan sosialisasi secara masif agar seluruh warga Surabaya mengetahui keberadaan dan jenis layanan ASN di Balai RW," katanya.
Jam pelayanan di Balai RW mengikuti jam kerja Pemkot, yakni pukul 07.30 WIB - 16.00 WIB. Para ASN diminta menguasai SOP dan alur layanan. Jika ada persoalan yang tidak bisa ditangani langsung, petugas harus berkoordinasi dengan atasan, helpdesk, dan call center PD terkait.
Pada hari pertama, monitoring dilakukan oleh jajaran pimpinan. Mulai dari asisten, staf ahli, kepala PD, camat, hingga lurah turun langsung ke lapangan.
Lilik menyebut antusiasme warga cukup tinggi. Ke depan, evaluasi akan dilakukan mingguan di awal pelaksanaan, lalu dilanjutkan evaluasi bulanan.
Baca juga: Miris, Banyak Toilet Sekolah di Surabaya Rusak hingga Ruang Kelas Tanpa Pintu
"Monitoring akan dilakukan secara berkala, mulai dari evaluasi mingguan pada tahap awal hingga evaluasi rutin bulanan," jelasnya.
Selain memantau kehadiran ASN, Pemkot juga akan merekap permasalahan warga melalui Badan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Data itu nantinya jadi bahan perbaikan sistem dan koordinasi antar PD.
Gambaran manfaat program ini terlihat di Balai RW 12 Kelurahan Kaliasin, Kecamatan Genteng. Sekretaris RW 12 Kaliasin Budi Siswanto mengatakan warga kini tak perlu jauh-jauh ke kelurahan.
"Sangat terbantu sekali. Warga tidak perlu jauh-jauh lagi ke kelurahan. Kalau ada keperluan mendesak terkait adminduk maupun Identitas Kependudukan Digital (IKD), prosesnya jadi cepat dan langsung terlayani di lingkungan sendiri," ujar Budi.
Baca juga: Digeruduk Gempar Jatim, Citraland Surabaya Bantah Privatisasi Air
Menurut Budi, layanan di Balai RW juga mencakup isu lain seperti kebencanaan, posyandu, stunting, pendidikan, hingga Karang Taruna. Bahkan perbaikan infrastruktur lingkungan seperti saluran air juga bisa dibahas langsung.
"Bahkan masalah fisik lingkungan seperti perbaikan saluran air juga bisa langsung didiskusikan dengan ASN di sini. Jadi fungsinya lengkap, bukan sekadar urusan surat-menyurat," katanya.
Budi mencatat puluhan warga datang bergantian pada hari pertama. Ia berharap program ini bisa berjalan berkelanjutan.
"Harapan kami program ini ada terus dan konsisten. Masalah di setiap lingkungan RW itu kan beda-beda dan beranekaragam. Kehadiran ASN di balai RW ini benar-benar menjadi jembatan yang mempercepat penanganan masalah warga langsung di akarnya," pungkasnya.
Editor : Achmad Supriyadi