172 PPDS FK Unair Muntah dan Pusing, Begini Kondisinya 

Reporter : Ade Resty
RSUD Soetomo Surabaya. (Istimewa/selalu.id)

selalu.id - Sebanyak 172 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) mengeluhkan mual, munta dan pusing saat mengikuti kegiatan Pra-pendidikan (Pradik) di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Direktur RSUD Dr Soetomo Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa mengatakan, dari ratusan peserta yang mengeluhkan kondisi kesehatan, tidak semuanya membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Baca juga: Hindari Penyekapan, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Perwali Penyaluran ART di Surabaya

Berdasarkan pendataan sementara, kegiatan Pradik tersebut diikuti 289 peserta. Sebanyak 172 peserta mengalami keluhan seperti mual, muntah dan pusing. 

“Dari sejumlah peserta didik yang mengalami keluhan, sebanyak enam orang telah mendapatkan penanganan di RSUD Dr Soetomo,” kata Prof Cita, Selasa (29/9/2026). 

Dari enam peserta tersebut, empat orang mendapatkan penanganan medis, sedangkan dua lainnya menjalani observasi. Seluruh peserta yang mendapatkan penanganan di RSUD Dr Soetomo telah diperbolehkan pulang atau keluar rumah sakit. 

Selain di RSUD Dr Soetomo, terdapat dua peserta yang mendapat penanganan di fasilitas kesehatan lain. Masing-masing satu orang ditangani di RSAL dan satu orang di RSUD dr. Soewandhie. 

Prof Cita menjelaskan, peserta yang mengalami keluhan ringan namun masih dapat beraktivitas diarahkan untuk melakukan observasi mandiri dan memantau kondisi kesehatan. 

Sementara peserta yang mengalami gejala lebih berat atau membutuhkan pemeriksaan medis diminta segera mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

Baca juga: SPKLU di DPRD Jatim Diresmikan, Ali Kuncoro: Terbuka untuk Masyarakat Umum

RSUD Dr Soetomo juga menyiapkan bantuan bagi peserta yang membutuhkan penjemputan menuju rumah sakit melalui petugas Instalasi Keamanan, Ketertiban dan Perparkiran (IKKP). 

Terkait penyebab gangguan kesehatan tersebut, Prof Cita mengatakan pihak rumah sakit masih melakukan pemeriksaan. 

Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi peserta dalam kegiatan Pradik. Namun, penyebab tersebut masih harus dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium. 

RSUD Dr Soetomo telah mengambil sampel makanan dan melakukan pemeriksaan rectal swab terhadap peserta. Sampel tersebut dikirim ke Puslabfor Polda Jawa Timur, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Baca juga: Wali Kota Surabaya Tak Mau Seragam Bikin Sekolah Negeri Terlihat Beda Kasta

“Untuk memastikan kondisi dan mengetahui penyebab keluhan kesehatan yang terjadi, kami telah melakukan sejumlah langkah pemeriksaan dan koordinasi,” ujar Prof Cita. 

RSUD Dr Soetomo juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta FK Unair untuk memantau kondisi peserta. Koordinasi tersebut sekaligus mencakup evaluasi penyediaan konsumsi dalam kegiatan Pradik. Sebagai langkah kehati-hatian, kegiatan Pradik diliburkan. 

Prof Cita mengimbau peserta yang masih mengalami keluhan agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Peserta yang membutuhkan pemeriksaan diminta segera mendapatkan pertolongan melalui fasilitas pelayanan kesehatan. 

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami peserta dan menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Editor : Achmad Supriyadi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru