selalu.id - Saluran air di Jalan Ngagel Nginden Gang Bengkok Pasar Bratang, Kota Surabaya, akhirnya dibuka setelah hampir 20 tahun tertimbun bangunan dan lapak. Lokasinya tepat berada di belakang Pasar Bratang.
Pembukaan dilakukan Pemkot Surabaya bersamaan dengan penertiban 21 bangunan liar atau bangli dan lapak yang berdiri di atas saluran tersebut.
Baca juga: Muncul Asap Putih di Mal PTC Surabaya, Pengunjung Heboh
Penertiban bermula dari aduan warga melalui Hotline Lapor Cak Eri. Sebelum ditertibkan, Pemkot Surabaya mengaku telah melakukan sosialisasi serta memberikan peringatan pertama dan kedua kepada pemilik bangunan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya Achmad Zaini, mengatakan dari 21 stand yang dibongkar, sebagian digunakan untuk berjualan makanan dan sebagian lainnya menjadi tempat penjualan burung.
“Sudah kami lakukan sosialisasi, kemudian peringatan pertama dan peringatan kedua. Setelah itu, kami lakukan penertiban,” kata Zaini, Kamis (24/9/2026).
Dalam proses penertiban, sejumlah pemilik memilih membongkar lapaknya secara mandiri dengan bantuan Pemkot. Zaini menargetkan seluruh bangunan yang menutup saluran bisa dibersihkan dalam waktu satu pekan.
“Kami minta satu minggu. Dalam waktu satu minggu ke depan kami harapkan saluran di bawah bangunan ini sudah bersih,” ujarnya.
Setelah pembongkaran, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga atau DSDABM Surabaya langsung melanjutkan normalisasi.
Baca juga: Karangan Bunga Bernada Satir Kepung Dinas Dinkopumdag Surabaya
Kepala Rayon Surabaya Selatan DSDABM Surabaya Bagus, mengatakan pengerukan telah dimulai sejak 20 September 2026. Dari saluran lama yang tertimbun hampir 20 tahun itu, petugas menemukan timbunan sedimen.
“Saluran lama yang sudah tertimbun hampir 20 tahun itu kami bongkar. Kedalamannya sekitar 70 sentimeter dan lebarnya sekitar satu meter,” kata Bagus.
Material hasil pengerukan mencapai sekitar 48 meter kubik. Sebanyak tujuh dump truck sedimen sudah diangkut, sementara lima dump truck lainnya masih dalam proses.
Normalisasi dilakukan sepanjang sekitar 150 meter di sisi selatan area penertiban. Selain mengeruk sedimen, petugas juga membongkar lantai bangunan dan warung yang menutup saluran. Penutup saluran yang rusak nantinya akan diganti dengan beton pracetak atau precast.
Baca juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan
Zaini berharap pembukaan kembali saluran ini bisa memperlancar aliran air di kawasan Bratang, mengurangi potensi genangan, sekaligus menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di sekitar Pasar Bratang.
“Mudah-mudahan dengan penertiban ini saluran yang ada di bawah bangunan ini akan lancar, kemudian tidak ada banjir, tidak ada genangan, dan pedagang yang ada di pasar kembali menggeliat, pembeli akan masuk ke pasar,” terangnya.
Untuk pedagang makanan yang terdampak, Pemkot Surabaya menyiapkan lokasi alternatif dengan mengarahkan mereka ke sentra wisata kuliner atau SWK di sekitar Kecamatan Gubeng.
Editor : Achmad Supriyadi