MPLS Surabaya Dimulai Besok, Siswa Dibekali Bahaya Narkoba hingga Cegah Kejahatan Siber

Reporter : Ade Resty
Ilustrasi MPLS Surabaya. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Kota Surabaya resmi dimulai besok, Senin (13/7/2026)

Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga membekali mereka dengan edukasi bahaya narkotika, keamanan bermedia digital, hingga pencegahan kejahatan siber.

Baca juga: 2.500 Perserta Ramaikan PKB Run Festival Jatim 2026 Berhadiah Ratusan Juta

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan seluruh sekolah negeri maupun swasta telah mendapatkan sosialisasi pelaksanaan MPLS sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan. 

Karena itu, seluruh kegiatan dipastikan berlangsung ramah anak dan bebas dari praktik perpeloncoan.

“MPLS harus menjadi ruang belajar yang menyenangkan, bukan seperti praktik perpeloncoan di masa lalu. Tidak ada lagi kegiatan yang membebani siswa. Kami ingin anak-anak mengenal sekolah sebagai rumah kedua yang harus mereka pahami dan cintai,” jelas Febrina, Minggu (12/7/2026).

Selama sepekan, peserta didik baru akan dikenalkan pada budaya sekolah, sistem pembelajaran, program unggulan, tenaga pendidik, hingga berbagai fasilitas yang tersedia. 

Menurut Febrina, pengenalan tersebut menjadi langkah awal untuk menumbuhkan rasa memiliki sekaligus tanggung jawab menjaga lingkungan sekolah.

Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, MPLS kali ini juga difokuskan pada penguatan karakter dan literasi digital. 

Dispendik menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), aparat kepolisian, kepolisian siber, serta sejumlah instansi terkait untuk memberikan pembekalan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, penggunaan gawai secara bijak, hingga ancaman kejahatan di ruang digital.

Baca juga: DPRD Surabaya Minta Sekolah Bentuk Posko Pengaduan Selama MPLS, Cegah Perundungan Sejak Hari Pertama

“Anak-anak saat ini tumbuh di tengah derasnya arus informasi digital. Karena itu mereka perlu memahami cara mengenali konten berbahaya, ajakan negatif di media sosial, hingga berbagai modus penipuan digital,” tegas Febrina.

Dispendik juga menekankan bahwa pendidikan karakter tidak dapat berjalan tanpa dukungan keluarga. Karena itu, orang tua diminta aktif membangun komunikasi dengan anak, termasuk mendampingi penggunaan telepon genggam dan media sosial.

“Ketika anak berada di rumah, orang tua perlu mengajak mereka berdialog dan mendengarkan cerita mereka. Hal sederhana seperti menanyakan kegiatan di sekolah dapat membuat anak merasa diperhatikan,” ungkapnya.

Selain itu, komunikasi yang intens antara sekolah dan keluarga dinilai penting untuk mendeteksi sejak dini apabila terjadi perubahan perilaku pada peserta didik. 

Baca juga: Gadis 14 Tahun Asal Surabaya Diduga Alami Eksploitasi, Dipaksa Ngamen, Hingga Hamil dalam Penyekapan

Apabila ditemukan gejala seperti lebih sering menyendiri, mudah membantah, atau menunjukkan kebiasaan yang tidak biasa, sekolah dan orang tua diharapkan segera berkoordinasi.

“Jika diperlukan, sekolah juga akan menghadirkan psikolog atau pendamping profesional agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” tandas Febrina.

Tak hanya itu, rangkaian MPLS tahun ini juga akan diisi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hasil kolaborasi Dispendik dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. 

Pemeriksaan kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan peserta didik baru memulai tahun ajaran dalam kondisi sehat serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru