selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pembangunan mini bozem di kawasan exit Tol Margomulyo-Tandes untuk mengurangi genangan yang selama ini menjadi persoalan di kawasan setempat.
Proyek tersebut menjadi bagian dari penanganan drainase yang mengandalkan kolaborasi dengan pengelola jalan tol, kawasan industri, hingga instansi terkait.
Baca juga: Peringati HUT RI ke-81, Wali Kota Eri Kobarkan Api Perjuangan Pemuda Surabaya
Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Adi Gunita, mengatakan kawasan di bawah jalan tol Margomulyo menjadi salah satu titik yang diprioritaskan karena kerap tergenang saat hujan deras.
“Di kawasan Margomulyo itu memang ada genangan di bawahnya tol. Sudah kita petakan memang di situ kita harus kolaboratif dengan PT Margabumi selaku operator jalan tol,” jelasnya, Jumat (3/7/2026).
Adi mengatakan Pemkot tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan banjir di kawasan tersebut. Penanganan harus dilakukan secara terpadu mulai dari saluran di hulu hingga muara agar aliran air dapat berfungsi optimal.
“Kalau kita hanya menangani saluran tersier, tetapi outlet di hilir tidak dirawat, hasilnya tetap tidak maksimal,” tegasnya.
Selain menggandeng PT Margabumi, Pemkot juga menyiapkan sejumlah pekerjaan fisik pada 2026. Di antaranya membangun konektivitas saluran di sisi kanan dan kiri kawasan Margomulyo serta meningkatkan kapasitas Rumah Pompa Balong II.
Baca juga: Tasyakuran HUT ke-81 dengan Nobar Film Kemerdekaan, Wali Kota Eri Cahyadi jadi Aktornya
Adi mengatakan, seluruh aliran drainase di kawasan Margomulyo nantinya akan diarahkan menuju saluran Margomulyo Tengah yang terhubung ke Rumah Pompa Balong II sebelum akhirnya dibuang ke laut.
Untuk mendukung sistem tersebut, Pemkot Surabaya juga akan membangun saluran baru beserta rumah pompa berkapasitas kecil yang berfungsi mengalirkan air menuju Rumah Pompa Balong II.
Tak hanya itu, Pemkot juga tengah memproses pembangunan mini bozem di lahan milik PT Margabumi yang berada di area exit Tol Margomulyo-Tandes. Lokasi itu dipilih karena memiliki elevasi lebih rendah sehingga sering menjadi titik kumpul air saat hujan.
Baca juga: Malam Tasyakuran HUT RI jadi Ruang Ibu-ibu di Barata Jaya Surabaya Bicara Soal SPMB
“Mini bozem itu akan menjadi tampungan sementara agar air tidak langsung meluber ke badan jalan. Saat ini prosesnya masih berjalan setelah koordinasi dengan PT Margabumi,” beber Adi.
Ia menambahkan, penanganan genangan di kawasan Margomulyo juga membutuhkan dukungan dari pengelola kawasan industri dan pergudangan karena sebagian jaringan drainase berada di bawah kewenangan mereka.
Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan genangan yang selama ini mengganggu aktivitas lalu lintas di kawasan Margomulyo dapat berkurang secara bertahap.
Editor : Zein Muhammad