selalu.id - Kemacetan di Jalan Prof. Dr. Moestopo Surabaya diperkirakan masih akan terjadi hingga awal September 2026, seiring berlangsungnya proyek pembangunan saluran drainase penghubung menuju Rumah Pompa Dharmahusada.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengakui proyek tersebut menyebabkan penyempitan badan jalan dan berdampak pada arus lalu lintas. Karena itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Baca juga: Kinerja SIER Melaju Impresif, Laba Bersih Naik 56 Persen dan Dividen Terus Meningkat
Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya, Adi Gunita mengatakan pekerjaan pembangunan boxculvert dimulai sejak 25 Juni 2026 sebagai bagian dari proyek konektivitas saluran drainase untuk mengatasi genangan di kawasan Karang Menjangan.
“Mohon maaf sebelumnya memang ada sedikit gangguan terhadap pengguna jalan, terutama di daerah Jalan Prof. Dr. Moestopo,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Menurut Adi, proyek sebenarnya ditargetkan selesai dalam waktu sekitar empat bulan. Namun, pengerjaan di ruas Jalan Prof. Dr. Moestopo menjadi prioritas agar dampak kemacetan tidak berlangsung terlalu lama.
“Memang proyeknya selama empat bulan, tapi posisi jalan arterinya di Moestopo kita percepat,” jelasnya.
Adi mengungkapkan percepatan pekerjaan sempat terkendala adanya utilitas milik PDAM yang melintang di lokasi galian. Bahkan, saat proses berlangsung sempat terjadi kebocoran pipa sehingga membutuhkan penanganan tambahan.
Penggalian dilakukan mulai dari depan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Kampus A hingga simpang Jalan Karang Menjangan.
Baca juga: Wali Kota Eri Minta Hukuman Berat pada Ayah di Surabaya yang Hamili Anaknya
Setelah proyek rampung, saluran baru akan mengalirkan air dari kawasan Karang Menjangan menuju Rumah Pompa Dharmahusada sebelum dipompa ke Kali Jeblokan.
Menurut Adi, sistem tersebut diharapkan mampumempercepat penanganan genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Karang Menjangan saat hujan deras.
"Jadi memang fungsinya ini untuk saluran konektivitas. Nanti yang dari Jalan Karang Menjangan, yang sekiranya kemarin ada permasalahan genangan itu nanti kita pompa, kita sedot di rumah pompa Dharmahusada untuk dibuang ke Kali Jeblokan," tegasnya.
Untuk mengurangi dampak kemacetan, pekerjaan konstruksi dilakukan pada malam hari, mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB, sesuai arahan kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub).
Baca juga: 7 Fakta Pembunuhan Janda Jombang di Surabaya, Nomor 4 dan 5 Bikin Penasaran
Sementara pada siang hari dilakukan rekayasa lalu lintas melalui penyesuaian durasi lampu lalu lintas dan penempatan petugas di sejumlah titik.
“Kalau memang ada sedikit bottleneck atau penyempitan jalan, kami mohon maaf kepada para pengguna jalan,” tutur Adi.
Pihaknya memastikan proyek tetap dikerjakan setiap hari, termasuk saat akhir pekan maupun hari libur nasional, agar penyelesaian tidak molor dari target yang telah ditetapkan.
Editor : Zein Muhammad