Otak-atik Pilwali Surabaya 2029 (2)

Pengamat Politik Sebut Arif Fathoni Lebih Potensial jadi Wali Kota Ketimbang Armuji

Reporter : Ade Resty
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni menanggapi beredarnya poster pasangan Armuji dan Arif Fathoni dalam simulasi Pilwali Surabaya 2029.

Meski dinilai sebagai bagian dari “cek ombak” politik, duet kader senior PDIP dan politisi muda Golkar itu disebut memiliki kekuatan elektoral yang menarik.

Baca juga: MPLS Surabaya Dimulai Besok, Siswa Dibekali Bahaya Narkoba hingga Cegah Kejahatan Siber

Namun di balik simulasi pasangan tersebut, Ken Bimo justru melihat Arif Fathoni memiliki peluang lebih potensial maju sebagai calon wali kota atau L1 dibanding posisi wakil wali kota.

Menurutnya, duet Armuji dan Arif Fathoni mempertemukan dua kekuatan politik berbeda. Armuji dinilai kuat di basis akar rumput dan loyalis PDIP, sementara Arif Fathoni memiliki pengaruh di pemilih muda, urban, dan kelas menengah.

“Pak Armuji identik dengan mesin akar rumput dan jaringan loyalis yang panjang di Surabaya. Sementara Pak Arif Fathoni merepresentasikan figur muda dengan daya tarik di pemilih urban dan pemilih muda,” papar Ken Bimo kepada selalu.id, Selasa (25/5/2026).

Secara politik, pasangan tersebut bisa menjadi kombinasi menarik apabila PDIP dan Golkar membuka peluang koalisi di Pilwali Surabaya 2029.

Meski selama ini PDIP dikenal dominan di Surabaya, koalisi lintas partai tetap mungkin terjadi dalam situasi politik tertentu.

Namun, Ken Bimo menilai posisi Arif Fathoni akan menjadi variabel penting dalam simulasi tersebut.

Baca juga: 2.500 Perserta Ramaikan PKB Run Festival Jatim 2026 Berhadiah Ratusan Juta

Sebab, secara modal politik, Ketua DPD Golkar Surabaya itu dinilai memiliki kans besar untuk maju sebagai calon wali kota.

“Tokoh muda dengan basis kuat biasanya melihat posisi L1 lebih strategis dibanding L2. Kalau elektabilitas Pak Arif terus naik sampai 2028 atau 2029, kans beliau maju sebagai wali kota cukup terbuka,” jelasnya.

Arif Fathoni sendiri dikenal sebagai salah satu politisi muda yang aktif membangun komunikasi politik di ruang publik maupun media sosial.

Wakil Ketua DPRD Surabaya ini juga beberapa kali masuk radar kandidat potensial Pilwali Surabaya karena dinilai dekat dengan generasi muda perkotaan.

Baca juga: DPRD Surabaya Minta Sekolah Bentuk Posko Pengaduan Selama MPLS, Cegah Perundungan Sejak Hari Pertama

Sementara Armuji merupakan kader senior PDIP yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Surabaya.

Sebelumnya, ia memiliki rekam jejak panjang di legislatif hingga pernah menjadi Ketua DPRD Surabaya. Basis loyalis PDIP akar rumput menjadi salah satu kekuatan politik utamanya.

Ken Bimo menyebut, dalam logika politik modern, figur muda dengan elektabilitas tinggi cenderung tidak ingin terlalu lama berada di posisi pendamping.

“Secara karier politik, figur muda yang punya popularitas, jaringan, dan basis pemilih biasanya akan mengincar posisi utama,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru