selalu.id - Beredar poster berisi pasangan tokoh bakal calon kepala daerah wilayah Surabaya dan Jawa di media sosial Instagram.
Nama-nama seperti Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, politisi Golkar Arif Fathoni, Rini Indriyani hingga birokrat senior Pemkot Surabaya M Fikser mulai “diotak-atik” dalam simulasi pasangan politik.
Baca juga: MPLS Surabaya Dimulai Besok, Siswa Dibekali Bahaya Narkoba hingga Cegah Kejahatan Siber
Dalam penelusuran selalu.id, Armuji dipasangkan dengan Arif Fathoni. Kemudian Rini Indriyani dengan Fikser. Lalu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai calon Gubernur Jawa Timur.
Dalam latar belakang mereka, Armuji sendiri merupakan kader senior PDIP yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Surabaya.
Sebelum masuk eksekutif, Armuji dikenal lama berkiprah di legislatif hingga pernah menjadi Ketua DPRD Surabaya.
Gaya politiknya identik dengan pendekatan akar rumput dan blusukan menyelesaikan aduan warga.
Sementara Arif Fathoni atau dikenal sebagai politisi muda Partai Golkar Surabaya. Wakil Ketua DPRD Surabaya itu cukup aktif membangun komunikasi politik di media sosial dan dekat dengan pemilih muda perkotaan.
Nama lain yang ikut muncul adalah Rini Indriyani. Sosok yang dikenal sebagai istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi itu selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Baca juga: 2.500 Perserta Ramaikan PKB Run Festival Jatim 2026 Berhadiah Ratusan Juta
Kemunculan Rini dinilai merepresentasikan kesinambungan kekuatan politik pemerintahan saat ini.
Sedangkan Fikser merupakan birokrat senior Pemkot Surabaya yang pernah menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Sekarang, ia menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I)
Fikser dikenal sebagai figur teknokrat yang dekat dengan lingkaran pemerintahan Eri Cahyadi.
Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni menilai kemunculan poster-poster tersebut lebih tepat dibaca sebagai gejala politik awal dibanding peta final Pilwali Surabaya 2029.
Baca juga: DPRD Surabaya Minta Sekolah Bentuk Posko Pengaduan Selama MPLS, Cegah Perundungan Sejak Hari Pertama
“Dalam politik lokal, poster seperti ini sering menjadi instrumen cek ombak. Tujuannya bukan sekadar mengenalkan nama, tetapi juga mengukur tingkat keterimaan publik, respons elite partai, dan kemungkinan terbentuknya koalisi,” jelas Ken Bimo kepada selalu.id, Selasa (26/5/2026).
Meski begitu, Ken Bimo mengingatkan Pilwali Surabaya 2029 masih sangat panjang dan penuh dinamika.
Ia menyebut poster-poster itu belum bisa dijadikan penentu arah politik final.
“Ini lebih sebagai early political signalling. Kontestasi politik Surabaya mulai dipanaskan lebih dini dan menunjukkan ruang kompetisi masih sangat terbuka,” papar Ken.
Editor : Zein Muhammad