selalu.id - Beredar video pocong mengetuk rumah warga di kawasan Mulyorejo Utara, Surabaya pada malam hari, viral di media sosial.
Dalam video yang diperoleh selalu.id dari grup WhatsApp (WA), warga menyebut itu adalah teror dari pocong jadi-jadian.
Baca juga: MPLS Surabaya Dimulai Besok, Siswa Dibekali Bahaya Narkoba hingga Cegah Kejahatan Siber
Warga pun diminta tidak membuka pintu apabila ada yang mengetuk rumah di atas pukul 00.00 WIB, karena dikhawatirkan berkaitan dengan tindak kriminal.
“Lokasinya di Jalan Mulyorejo Utara No.172, Surabaya. Jika ada orang mengetuk pintu di atas pukul 00.00 WIB, disarankan tidak langsung membuka pintu karena dikhawatirkan berkaitan dengan tindak kriminal dan membawa senjata tajam,” tulis pesan dalam video itu.
Menanggapi viralnya isu tersebut, Ketua Fraksi PKS DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap bersikap rasional dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan lingkungan tanpa harus terjebak ketakutan berlebihan terhadap isu yang belum tentu benar.
“Kalau melihat khasnya warga Surabaya ya, ‘Suro’ itu wani, ‘Boyo’ itu bahaya. Jadi warga Surabaya saya rasa berani menghadapi bahaya,” kata Cahyo, Selasa (26/5/2026).
Anggota Komisi A DPRD Surabaya ini menilai viralnya isu teror pocong justru harus menjadi momentum menghidupkan kembali budaya siskamling dan kepedulian antarwarga di lingkungan kampung.
Baca juga: 2.500 Perserta Ramaikan PKB Run Festival Jatim 2026 Berhadiah Ratusan Juta
Ia meminta warga kembali aktif melakukan ronda malam dan saling menjaga keamanan lingkungan bersama RT maupun RW setempat.
“Intinya kita sama-sama menjaga Surabaya ini. Tingkatkan keamanan kampung masing-masing, saling rukun dengan warga dan tetangga agar bisa saling menjaga,” ujarnya.
Selain itu, Cahyo juga meminta Pemerintah Kota Surabaya memperhatikan faktor pendukung keamanan lingkungan seperti penerangan jalan umum (PJU) dan pemasangan CCTV di titik rawan.
Menurutnya, kawasan minim pencahayaan berpotensi menimbulkan rasa takut di masyarakat sekaligus membuka peluang tindak kriminal pada malam hari.
Baca juga: DPRD Surabaya Minta Sekolah Bentuk Posko Pengaduan Selama MPLS, Cegah Perundungan Sejak Hari Pertama
“Saya juga berpesan kepada Pemkot Surabaya agar titik-titik yang masih gelap atau remang-remang segera diperhatikan. Selain pengawasan Satpol PP, perlu tambahan PJU dan CCTV terutama di daerah rawan kejahatan,” jelasnya.
Cahyo menegaskan masyarakat harus bijak menerima informasi viral di media sosial dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
"Kewaspadaan tetap penting dilakukan, namun harus disertai sikap tenang agar tidak memicu kepanikan di tengah masyarakat," tuturnya.
Editor : Zein Muhammad