Rabu, 21 Okt 2026 15:04 WIB

Pedagang UMKM di Tunjungan Romansa Raih Untung Besar, Segini Omzetnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 25 Des 2021 13:44 WIB
Salah satu pedangan di Jalan Tunjungan
Salah satu pedangan di Jalan Tunjungan

selalu.id - Selain menjadi tempat rekreasi favorit. Jalan Tunjungan atau Tunjungan Romansa juga menjadi kawasan ekonomi yang memberi manfaat bagi pedagang UMKM.

Diketahui, Pemkot Surabaya menggandeng para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk ikut berdagang dan meramaikan kawasan wisata Tunjungan Romansa. Berbagai dagangan baik makanan dan minuman karya pelaku usaha UMKM dijajakan disana.

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pengunjung yang sedang menikmati suasana nostalgia Jalan Tunjungan dapat memilih menu makanan sesuai selera dan harga yang diinginkan.

Ramainya pengunjung Tunjungan Romansa membuat para pedagang di sana mendapat berkah rezeki dari banyaknya pembeli barang dagangan mereka. Tak main-main, omzet para pedagang rata - rata mencapai 2 juta perhari, bahkan di hari tertentu mencapai 5 juta rupiah.

"Sejak dibuka 21 November hingga 22 Desember. Tercata total transaksi mencapai Rp 275.325.500 juta. Para UMKM itu mendapat fasilitas oleh Pemkot Surabaya adalah UMKM yang telah terkurasi," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, pada Jumat (24/12/2021).

Para pedagang tersebut, lanjut Wiwiek, adalah UMKM binaan Pemkot Surabaya dan sudah mempunyai legalitas. Pemerintah Kota Surabaya menerapkan sistem pergantian pedagang setiap dua Minggu sekali. Hal ini untuk memberikan pemerataan mengingat banyaknya UMKM binaan Pemkot serta terbatasnya lahan berjualan disana.

Baca Juga: Aprindo Dukung Zero Odol, Desak Pemilik Barang Juga Bertanggung Jawab

Uus, salah satu pedagang di Tunjungan Romansa mengaku berterima kasih kepada Pemkot yang telah memberikan fasilitas berdagang gratis.

"Omzet per hari saya lumayan, untuk satu hari di hari biasa mencapai Rp 500 ribu keatas. Tapi kalau hari tertentu seperti weekend bisa mencapai Rp 5 juta lebih," ungkap Uus.

Setiap harinya, Uus membuka lapak dagangannya mulai pukul 15.00 WIB - 21.00 WIB. Namun, tidak sedikit para pengunjung yang mendatangi lapaknya diatas pukul 21.00 WIB, alhasil dia biasa menutup lapak dagangannya hingga pukul 21.30 WIB.

Baca Juga: Geger, Bayi Laki-Laki Ditemukan di Balkon Rumah Warga Surabaya

"Kalau untuk seminggu dikalkulasikan bisa mencapai Rp 10 juta. Kalau jam-jam ramai ini tidak tentu, kadang pengunjung ramai membeli habis magrib, kadang baru buka sudah antri," terang dia.

Ia menambahkan, dengan adanya fasilitas berjualan secara gratis. Ia mengaku bersyukur, bahwa program Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi telah membantu para pelaku UMKM yang ada di Kota Surabaya.

"Alhamdulillah, ini sangat membantu kalau omzet segitu, terima kasih kepada Pak Eri sudah memberikan kesempatan untuk kami melalui program ini," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.

Polda Jatim Terjunkan Pasukan Atasi Penanganan Karhutla

Berdasarkan perkembangan situasi dan hasil pemantauan, karhutla masih terpantau di sembilan wilayah di Jawa Timur.

Ditlantas Polda Jatim Perkuat MQR, Kini Libatkan 5 Pilar Tekan Kecelakaan

Sebelumnya MQR hanya digunakan internal kepolisian untuk penempatan personel dan patroli.