Rabu, 21 Okt 2026 08:10 WIB

Hadiri Harlah, Wali Kota Risma Titipkan Anak-anak Surabaya ke NU

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Mar 2020 15:06 WIB

Surabaya - Ribuan Nahdliyin memadati halaman Aula Bir Ali Asrama Haji, Sukolilo Surabaya, Sabtu (07/03/2020) malam. Mereka hadir untuk mengikuti pengajian akbar dalam rangka Peringatan Hari Lahir Nadlatul Ulama (NU) ke 97 dan Madrasah Kader Nadlatul Ulama (MKNU) XXXII.

Turut hadir dalam acara ini, Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU M. Nuh, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar, Ketua PCNU Kota Surabaya KH. Ahmad Muhibbin Suhri, Eri Cahyadi selaku Dewan Penasehat GP Ansor Surabaya, hingga ratusan anggota MKNU.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Di hadapan ratusan anggota PCNU Kota Surabaya, Wali Kota Risma bercerita suka dukanya saat dahulu menutup lokalisasi Jarak-Dolly. Meski awalnya sempat dicibir, namun kini ia justru dieluh-eluhkan untuk melanjutkan kepemimpinannya.

"Berat sekali saat itu, banyak sekali gangguan saat membubarkan tempat itu. Tiap malam halaman rumah selalu ada ular, tapi saya kuat. Sekarang Bapak-bapak kalau lewat sana sudah enggak ada gangguan lagi," kata dia.

Selain itu, Wali Kota Risma juga sempat berpamitan dan menitipkan anak-anak Surabaya kepada anggota PCNU dan MKNU Kota Surabaya. Sebab, pada Februari tahun depan, ia akan purna tugas.

"Pada Bulan Februari Tahun depan, jabatan saya habis. Saya titip untuk anak-anak Surabaya, agar bisa dirangkul, agar tidak terjerumus," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga berpesan kepada anggota PCNU dan MKNU Surabaya, untuk memperkuat pendidikan-pendidikan agama, khsususnya di Masjid-masjid. Sehingga nantinya generasi muda yang ada di Surabaya, bisa berbudi luhur, terutama untuk perkembangan anak-anak di Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

"Kemarin itu saya ngobrol dengan beberapa anak, tiba-tiba marah-marah. Saya tanya ke orang Satpol PP, kenapa dia? Enggak taunya anak itu mabuk. Makanya, saya titipkan mereka ke anggota NU, agar bisa mendidik mereka, melalui pendidikan agama, terutama di Masjid-masjid," ungkapnya.

Maka dari itu, Wali Kota Risma berharap, agar kerjasama antara pemerintah dan seluruh organisasi yang ada, khususnya NU ini bisa terus terjalin dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan Kota Surabaya yang kondisinya lebih kondusif dibanding daerah lain.

"Jadi banyak sekali kerjasama yang sudah kami lakukan antara pemerintah dengan NU ini. Sehingga kita lihat perkembangan Surabaya ini jauh dari pergesekan-pergesekan antar umat. Kondisinya sangat stabil dibandingkan daerah lain," katanya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Surabaya, KH. Ahmad Muhibbin Zuhri menyampaikan, bahwa selama ini kerjasama yang terjalin antar ulama dan umaro di Surabaya berjalan begitu baik. Karena itu, ia berharap, ke depan kerjasama ini bisa terus terjalin untuk kemaslahatan umat, khususnya warga Kota Surabaya.

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

"Kami menyampaikan terima kasih kepada para Kyai, para Ulama, Tokoh Masyarakat, Ibu Wali Kota, semua jajaran Forkopimda dan semua pihak yang telah mendukung. Selama ini telah bekerjasama dengan baik dalam upaya mewujudkan kemaslahatan masyarakat nahdliyin khususnya dan masyarakat Surabaya pada umumnya," kata dia.

Pihaknya berharap, Nahdlatul Ulama (NU) yang dilahirkan di Kota Surabaya ini ke depan bisa menjadi pioner bagi kemajuan khidmat dan kemanfaatan jam'iyah untuk Bangsa dan Negara Republik Indonesia, khususnya masyarakat Surabaya. Bagaimana antar elemen di Surabaya ini bisa terus berkolaborasi dengan baik, untuk kemajuan Kota Pahlawan.

"Bagaimana NU ini bisa berpikir kreatif, cerdas, dan progresif, berkolaborasi semuanya untuk kemajuan Surabaya. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih kepada semuanya yang telah bekerjasama dengan baik," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.

Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

Atas kejadian ini, korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara truknya yang terguling dievakuasi petugas.