Rabu, 21 Okt 2026 23:20 WIB

Alhamdulillah! Jumlah Pasien Covid-19 di Asrama Haji Surabaya Nol

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Des 2021 19:17 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita

Surabaya (selalu.id) - Kabar gembira, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Hotel Asrama Haji (HAH) dilaporkan nol alias nihil, Selasa (14/12/2021). Tidak ada kasus baru maupun pasien yang dirawat.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengungkapkan, sebanyak 397 kamar di HAH tidak terisi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Artinya, kamar tersebut nihil pasien Covid-19.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Per Selasa 14 Desember 2021, pukul 09.00 WIB dengan jumlah total kamar sebanyak 397 orang, dengan jumlah kamar terisi adalah nol orang," ungkap Kepala dinkes, Febria Rachmanita atau Feny sapaan akrabnya, Selasa (14/12/2021).

Feny menyampaikan,bahwa berdasarkan data kondisi tamu atau pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di HAH, dinyatakan nol tamu atau pasien yang masuk terkonfirmasi positif Covid-19, maupun yang tamu atau pasien yang keluar dari HAH.

"Data kondisi tamu HAH, jumlah tamu awal sebanyak nol orang, jumlah tamu masuk nol orang, lalu jumlah tamu keluar nol orang dan jumlah tamu akhir nol orang," terang dia.

Sedangkan untuk rincian data tamu akhir di HAH, Feny menjelaskan, terdapat dua Gedung yang kosong. Gedung pertama, adalah Gedung Zam-zam yang setiap kamarnya mampu menampung 3 orang.

"Kamar terisi nol orang dan kamar kosong sebanyak 257 orang. Lalu ada Gedung Shofa, yang setiap kamar mampu menampung 3 orang, saat ini kamar terisi nol orang, dan kamar kosong 140 orang," jelas dia.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Selain itu, Feny juga mengungkapkan untuk data capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Surabaya. Untuk dosis satu, telah tercapai sebanyak 118,34 persen, sedangkan untuk dosis dua telah tercapai 99,63 persen.

"Untuk lansia dosis satu sudah tercapai 99, 95 persen dan dosis dua telah tercapai 90,24 persen," ungkap dia.

Lebih lanjut, Feny berharap seluruh Camat dan Lurah untuk terus melakukan pengecekan terhadap warganya yang belum melakukan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Sebab, dari data tersebut, Feny mengaku, bahwa masih terdapat warga Kota Surabaya yang belum mengikuti pelaksanaan vaksinasi.

"Berdasarkan arahan Bapak Wali Kota (Eri Cahyadi) untuk dosis kedua, baik total maupun lansia harus 100 persen. Mohon bantuan bapak dan ibu Camat untuk mengecek warganya yang belum melakukan vaksin," pungkasnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).