Rabu, 21 Okt 2026 15:40 WIB

Pasien Pengobatan Gus Samsudin Ditemukan Tewas di Toilet

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 15 Des 2023 18:52 WIB
Pasien Pondok Nuswantoro Gus Samsudin ditemukan tewas tergeletak di kamar mandi
Pasien Pondok Nuswantoro Gus Samsudin ditemukan tewas tergeletak di kamar mandi

selalu.id - Warga asal Surabaya ditemukan tewas di dalam toilet umum Pondok Pengobatan Nuswantoro milik Samsudin Jadab atau Gus Samsudin.

Informasi yang dihimpun selalu.id, diketahui yang bersangkutan merupakan pasien yang berobat di Pondok Nuswantoro, di Desa Rejowinangun, Kedemangan, Blitar, Jawa Timur, Senin (11/12/2023) lalu. Pasien tersebut berisinial S (59) warga Tambak Asri Melati, Morokrembang, Surabaya.

Kasi Humas Polres Blitar Iptu Udiyono, mengatakan, awalnya S berpamitan ke keluarganya untuk berobat ke pondok milik Gus Samsudin pada Senin 9 Desember 2023 lalu. Namun, setelahnya, pasien S tidak ada kabar sama sekali dan tidak pulang ke rumah.

"Keluarganya langsung datang ke Pondok Nuswantoro pada Senin (11/12) lalu sekitar jam 16.00 WIB. Mereka menanyakan keberadaan korban yang tidak pulang sejak Sabtu lalu," kata Iptu Udiyono, saat dihubungi Jumat (15/12/2023).

Keluarga S pun, kata dia, membenarkan bahwa korban memang datang ke Pondok Nuswantoro. Terbukti, nama S ada dibuku tamu saat dicek. Keluarga kemudian mengadukan hal itu ke Polsek Lobar. Mereka melaporkan ke Polisi bahwa  S terakhir kali berada di Pondok Nuswantoro.

Kemudian pihak kepolisian mendatangi lokasi dan menyelidiki data dari CCTV bersama saksi di pondok tersebut.

“Diketahui bahwa Sabtu (9/12), sekitar jam 20.44 WIB korban melaksanakan terapi di pondok dan setelah selesai, terlihat dalam CCTV korban masuk ke dalam kamar mandi umum dan tidak kunjung keluar,” ucapnya.

Lalu Kepolisian langsung mengecek toilet umum tersebut dengan mengintip lewat ventilasi. Ternyata, korban S ditemukan tergelatak di dalam toilet itu.

Kata dia saat melakukan evakuasi, jasad dan barang-barang S berupa kalung emas, anting emas, handphone serta dompet ditemukan masih utuh.

Lebih lanjut Iptu Udiyono juga menyampaikan petugas kesehatan Puskesmas Kademangan melakukan pemeriksaan medis. Hasilnya tak ada bekas luka atau kekerasan pada jenazah.

“Tidak ada bekas luka ataupun benda tumpul,  bagian tubuh yang lainya dalam keadaan utuh, tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan lainnya," terangnya.

Atas kejadian tersebut, tambahnya keluarga S menyatakan menerima dan meminta untuk tidak dilakukan autopsi jenazah. Mereka juga membuat surat pernyataan tidak akan menuntuk pidana maupun perdata kepada pihak manapupun

"Jenazah korban telah kaku yang belum ada tanda-tanda pembusukan mayat, diduga korban meninggal karena sakit darah tinggi, kolesterol, sesak nafas,” tandasnya.

Baca Juga: Penjual Lele Ditemukan Membusuk di Dalam Kos Mojokerto

Editor : Ading
Berita Terbaru

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.

Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pelaku datang ke lokasi yang juga berfungsi sebagai hunian keluarga, dan menuntut secara kasar kepada Renata agar menyerahkan surat atau sertifikat bangunan.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.