Jumat, 23 Okt 2026 07:07 WIB

Kualitas Udara di Surabaya Barat Sedang, Begini Langkah Pemkot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 14 Agu 2023 22:31 WIB
Papan ISPU di Surabaya
Papan ISPU di Surabaya

selalu.id - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menyebut bahwa kualitas udara di Kota Pahlawan cukup baik.

Hebi menyebut bahwa indeks kualitas udara di Surabaya menurut Indeks Standar Polusi Udara (ISPU) maksimal mencapai 75, yang termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan untuk hari ini, Senin (14/8/2023) diketahui hanya mencapai 60.

Dalam ISPU, indeks 0-50 adalah berkualitas baik, 50-100 adalah sedang, dan diatas 100 adalah buruk, yang artinya mengalami polusi udara parah.

Hebi mengatakan bahwa jika dihitung dari total papan ISPU yang tersebar di seluruh Kota Surabaya, 26,48 persen diantaranya menunjukkan indeks baik. Sementara, 73,52 persen merupakan wilayah dengan ISPU sedang.

"Sedangkan kondisi sedang itu, 73,52 persen menunjukkan indeks dibawah 70. Artinya layak hirup itu, jadi masih layak hirup. Masih 100 persen. Jadi sebenarnya baik-baik saja di Surabaya ini," kata Hebi, Senin (14/8/2023).

Meski begitu Hebi menjelaskan ada sejumlah wilayah, khususnya Surabaya Barat yang indeks kualitas udaranya mencapai 70, artinya polusi udara sedang.

"Yang sering kemacetan (polusinya tinggi,red), yakni Tandes, Margomulyo, bisa jadi seperti itu. Kendaraan bermotor itu penyumbang polusi udara terbesar, kedua itu pabrik. Baru ketiga yang lain-lain," tuturnya.

Lebih lanjut Hebi menjelaskan upaya untuk mengurangi polusi di kawasan Surabaya Barat itu pihaknya akan melakukan uji emisi dengan bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub). Kemudian, DLH akan terus lakukan penanaman pohon-pohon di wilayah tersebut

"Target paling tidak ada 1000 tanaman yang kita tanam perhari. Harus ada penambahan pohon-pohon. Karena wilayah barat itu masih ada lahan kosong," tegasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan

Artikel peristiwa dan pemerintahan masih banyak dibaca.

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman.