Jumat, 09 Okt 2026 16:46 WIB

Anak Baru Lulus SMA Jadi Jubir Eri Cahyadi, Tampil Memukau saat Debat di TV

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Sep 2020 15:53 WIB
Seno saat acara debat di stasiun TV swasta
Seno saat acara debat di stasiun TV swasta

Surabaya (selalu.id) - Ada yang unik dalam talkshow yang digelar salah satu stasiun televisi lokal di Surabaya, Senin (14/9/2020) malam, terkait pemilihan wali kota Surabaya. Dalam talkshow bertajuk 'Menuju Balai Kota Surabaya: Kiat Kampanye di Tengah Pandemi' ini, kedua bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya, Eri Cahyadi-Armudji dan Machfud Arifin-Mujiaman membawa juru bicara (jubir) andalan mereka.

Jika pasangan Machfud Arifin-Mujiaman menampilkan Ketua Tim Pemenangan Miratul Mukminin atau biasa dipanggil Gus Amik, pasangan Eri Cahyadi-Armudji menghadirkan anak yang baru lulus SMA sebagai jubirnya, yang bernama Aryo Seno Bagaskoro.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Drainase Tunjungan Tersumbat Lemak dan Minta Pembuang Ditindak Tegas

Pemandangan yang kontras ini sempat menggelitik pemirsa yang melihatnya. Sebab Gus Amik merupakan politisi senior yang kenyang pengalaman. Dia juga pernah menjabat sebagai salah satu koordinator Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) dan wakil rakyat yang duduk di DPRD Jatim.

Namun jangan salah, jubir Eri Cahyadi yang baru lulus SMA tersebut juga tak kalah memukau. Dia terlihat bisa memainkan panggung dibanding jubir kompetitor Eri Cahyadi. Bahkan saat memberikan paparan terkait gagasan besar Eri Cahyadi-Armudji, Seno terlihat lebih menguasai. Dia dengan lihai memainkan kata-kata yang mudah dipahami. Setiap kalimat yang diucapkan sudah tersusun rapi layaknya orator profesional. 

"Narasi yang dikedepankan oleh Pak Eri Cahyadi dan Pak Armudji adalah narasi gotong royong. Kami ingin melibatkan seluruh elemen masyarakat Surabaya untuk ikut serta meneruskan kibaran bendera kebaikan yang selama ini diperjuangkan oleh Pak Bambang DH dan Bu Risma," ujar Seno, dalam talskhow yang dipandu Agnes Santoso tersebut.

Baca Juga: Pengedar Narkoba Lintas Daerah Dibekuk di Surabaya, Polisi Sita 95 Gram Sabu

Menurut Seno, program-program kesejahteraan rakyat seperti pendidikan gratis, keberpihakan pada ekonomi kreatif, pembangunan ruang publik yang terbuka, dan program-program kerakyatan yang selama ini telah dirasakan oleh masyarakat Surabaya harus terus dirasakan oleh masyarakat Surabaya. 

"Kami tidak ingin ada satupun rakyat Surabaya yang ketinggalan pesawat kemajuan yang humanis dan berkelanjutan," jelas Seno yang pernah menerima Penghargaan Sahabat UNICEF Indonesia tahun 2019 ini, dengan nada tegas dan semangat.

Baca Juga: Warga Surabaya Bayar Retribusi PJU, Tapi Masih Beli Lampu Sendiri 

Tak lupa, Ketua DPC Taruna Merah Putih Surabaya ini juga menaruh perhatian kepada masalah pandemi Covid-19. Dia mengatakan, fokus utama dalam pilwali kali ini adalah keselamatan rakyat.

"Kami berbela sungkawa dan menaruh hormat setinggi-tingginya terhadap para tenaga kesehatan dan seluruh pasien yang gugur di medan perang melawan Corona. Untuk itu, tujuan utama dalam perjuangan kami ini adalah keselamatan seluruh rakyat Surabaya," ungkapnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polres Jember Tebar Wujud Kepedulian Berbagi Sembako dan Nasbung ke Masyarakat

Sebanyak 40 nasi bungkus disalurkan kepada petugas kebersihan di Jalan Karimata.

Top 5 Berita: Mobil Cinta hingga Aturan SHS yang Ribet

Kelima berita yang banyak dibaca sangat bervariasi.

Truk Boks Muatan Wortel Terbakar di Tol Jombang Mojokerto

Kebakaran terjadi saat pengemudi hendak beristirahat di rest area Karangdagangan.

Persib Bandung Bungkam Port FC 3-1 di ASEAN Club Championship

Persib kini menempati posisi kedua klasemen Grup B ASEAN Club Championship dengan tiga poin di bawah Johor Darul Ta'zim yang hanya selisih gol.

Jadwal Lengkap MPL ID S18 Hari Ini, NAVI Siap Bantai TLID

Berstatus sebagai tuan rumah, NAVI siap memberikan kejutan demi meruntuhkan dominasi TLID di puncak klasemen.

Bebas Bersyarat Dicabut, Mas Bechi Terpidana Pencabulan Santriwati Kini Masuk Bui Lagi

Atas keputusan ini, Mas Bechi dieksekusi kembali untuk menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang guna menghabiskan sisa masa hukumannya.