Senin, 19 Okt 2026 22:14 WIB

Serahkan Bantuan untuk Kelompok Rentan di Bandung, Mensos Risma Pastikan Kemudahan Prosedur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Feb 2023 19:37 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan bantuan yang dihimpun melalui kitabisa.com
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan bantuan yang dihimpun melalui kitabisa.com

selalu.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan bantuan yang dihimpun melalui kitabisa.com kepada 6 penerima manfaat yang saat ini sedang menderita berbagai penyakit berat ataupun langka. Penyerahan bantuan dilakukan di Sentra "Wyata Guna" Bandung (21/02).

Total bantuan dari kitabisa.com yang diserahkan berjumlah Rp 374.269.930. Tidak hanya menyerahkan bantuan dari kitabisa.com, Kemensos juga memberikan bantuan ATENSI berupa bantuan nutrisi, bantuan main anak rekreatif dan edukatif, perlengkapan sekolah serta bantuan kewirausahaan.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 4 Sudah Cair, Ini Jadwal dan Cara Ambil Sesuai Desil

Mensos mengucapkan rasa terima kasih kepada para donatur yang telah berdonasi melalui kitabisa.com. "Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan para orang orang baik di sana yang memberikan sumbangsihnya untuk anak-anak kita yang saat ini macam-macam sakitnya melalui kitabisa.com", ungkap Mensos Risma.

Bantuan yang diberikan melalui kitabisa.com diharapkan dapat membantu para penyintas penyakit berat atau langka untuk membiayai operasional pengobatan serta memenuhi kebutuhan nutrisi dan obat - obatan yang tidak dibiayai oleh BPJS. "Kalau pengobatan sudah dari BPJS ya kalau untuk kebutuhan sehari-hari itu bisa digunakan uang dari kitabisa.com kita juga membantu kebutuhan untuk nutrisi dan kebutuhan pangan karena rata-rata mereka kurang mampu", kata Mensos Risma.

Kemensos juga membantu memberikan fasilitas pengantaran ke rumah sakit, memberikan tempat untuk menginap, hingga fasilitas kehidupan jika penerima bantuan harus dirawat atau dirujuk ke Rumah Sakit di luar daerah tempat mereka tinggal.

Mensos juga mengungkapkan bahwa tidak ada prosedur yang rumit untuk mendapat bantuan dari Kemensos. "Ini nggak pakai prosedur. Langsung kita tangkap begitu ada teman-teman media muat lalu langsung kami datang ke sana nggak pakai prosedur apa-apa. Kemudian karena ada yang tidak bisa dipenuhi dari BPJS saya minta bantuan dari kitabisa.com", tegas Mensos Risma.

Pada penyerahan bantuan ini Mensos didampingi oleh Hospital Coordinator Wilayah Prov. Jawa Barat Restu Rahayu, sebagai perwakilan dari kitabisa.com. Restu mengungkapkan bahwa, nilai bantuan yang diterima oleh penerima bantuan berbeda - beda. "Kalau untuk bantuan itu beda-beda tiap orang tapi untuk pasien sendiri minimal 70 juta kalau untuk total sudah sangat banyak", kata Restu.

Tidak hanya hadir untuk menyerahkan bantuan, Mensos Risma juga hadir untuk meninjau Sentra Kreasi Atensi (SKA) yang berada di Sentra "Wyata Guna" Bandung. Mensos Risma menegaskan bahwa keberadaan SKA merupakan sebuah terobosan, agar para penyandang disabilitas dapat berdaya dan mandiri melalui wirausaha. "Di setiap fasilitas sentra selalu kita buat agar orang - orang ini bisa berusaha. Kalau saya mengandalkan pekerjaan formal, misal di UU ada minimal 1 atau 2 persen, tapi itu sulit. Apalagi sekarang habis covid banyak yg kena PHK. Jangankan disabilitas, yg non-disabilitas saja banyak kena PHK. Itu dibutuhkan terobosan", tegas Mensos.

Baca Juga: BSU 2026 Sudah Turun, Ini Cara Cek dan Mencairkannya

Setelah meninjau SKA, Mensos Risma juga mengunjungi SLB A Padjadjaran dan akan melakukan renovasi bangunan untuk meningkatkan kualitas fasilitas kelas bagi para siswa di sekolah tersebut. "Oke gedung diperbaiki, ruangan ditambah, yang rusak diperbaiki. Kita selesaikan maksudnya seperti itu. Apa yang bisa dikembangkan," kata dia. Mensos  berkomitmen membangun kapasitas dan fasilitas SLB.

Mensos mengungkapkan, lahan yang digunakan untuk bangunan SLB A Padjadjaran, yang sebelumnya dijanjikan untuk dihibahkan, ternyata tidak memungkinkan untuk dihibahkan. Dalam hal ini Mensos Risma mempertimbangkan perkembangan siswa - siswi di SLB A Padjadjaran, yg memerlukan pekerjaan setelah bersekolah. Sehingga, Mensos membuatkan cafe dan sentra usaha untuk penyandang disabilitas, yang dapat digunakan sebagai arena pembelajaran agar para penyandang disabilitas dapat berwirausaha secara mandiri untuk memenuhi kehidupannya.

Tidak sedikit dari mereka yang kemudian mampu menghasilkan uang justru lebih banyak dibandingkan orang yang tidak menyandang disabilitas.
Potensi ini yang coba dibangun oleh Kemensos di setiap Sentra seperti di Sentra “Wyata Guna” Bandung.

Baca Juga: 900 Warga Kelurahan Patrang Jember Terima Bantuan Beras, Total Sasaran 1.553 KPM

“Awalnya ada permohonan memang untuk penghibahan. Awalnya saya setuju, ini juga untuk pendidikan. Tapi ternyata perkembangannya anak - anak disabilitas yang sekolah di sini butuh pekerjaan. Akhirnya kita buatkan kafe untuk tuna netra. Ada juga sentra usaha lainnya untuk disabilitas fisik, odgj, dan lainnya di sini”, kata Risma.

Kemensos terus mendorong kemandirian untuk para penyandang disabilitas  termasuk dalam hal pendidikan hingga kemandiriannya yang dilaksankan melalui sentra-sentra Kemensos yang bersifat multi layanan di seluruh Indonesia.

Ketika dihibahkan dan hanya dipakai untuk penyandang disabilitas netra, dikhawatirkan kebutuhan khusus penyandang disabilitas lainnya tidak terakomodir khususnya untuk masyarakat di Propinsi Jawa Barat ungkap Mensos Risma. (SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).