Kamis, 22 Okt 2026 05:24 WIB

Unusa Lantik dan Ambil Sumpah Dokter Angkatan ke 6

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 27 Jan 2023 17:47 WIB
Pelantikan dan pengambilan sumpah dokter Unusa
Pelantikan dan pengambilan sumpah dokter Unusa

selalu.id - Sebanyak 16 dokter baru Peserta Pendidikan Profesi Dokter Unusa, dilantik dan diambil sumpahnya, di Kampus B Jl. Jemurasri Surabaya pada Kamis (26/1/2023).

Mereka adalah angkatan ke-6 yang dikukuhkan menjadi dokter setelah mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran baru di nyatakan lulus dan menyandang gelar dokter jika telah lulus UKMPPD yang di selenggarakan secara nasional oleh Panitia Nasional. Ujian UKMPPD terdiri dari ujian CBT (teori) dan OSCE (praktek).

"Alhamdulillah FK Unusa telah memiliki CBT Center dan OSCE Center yang telah dinyatakan layak digunakan untuk UKMPPD. Pada pelaksaan UKMPPD Mei 2022, untuk pertama kalinya OSCE Center FK Unusa digunakan untuk OSCENAS. Keberadaan CBT Center dan OSCE Center ini sangat penting dan mendukung kelulusan mahasiswa FK Unusa, karena menjalani ujian di kampus sendiri akan membuat mahasiswa kita lebih percaya diri dalam melaksanakan ujian," ujar Dekan FK Unusa, Dr Handayani.

Selain itu, katanya menambahkan, hal yang membanggakan, 90 persen lebih mahasiswa yang lulus adalah Fisrt Taker (lulus saat pertama kali mengikuti UKMPPD).

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

"Ini menjadi tolok ukur keberhasilan dan mutu pembelajaran, sekaligus menentukan penilaian akreditasi Fakultas Kedokteran. Nilai baik jika angka kelulusan diatas 80 persen. FK Unusa di atas 90 persen yang lulus Fisrt Taker," jelasnya.

Sementara Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie, M.Eng dalam sambutannya mengungkapkan kebanggannya atas prestasi yang telah diraih FK Unusa. FK Unusa memang masih terakreditasi sangat unggul, ke depan dengan catatan prestasi ini, dalam waktu yang tidak lama lagi bisa memperoleh akreditasi unggul. Inilah harapan kami dan juga harapan semua mahasiswa FK, katanya.

Ke depan, kata rektor mengungkapkan, FK Unusa juga akan segera membuka program pendidikan dokter spesialis (PPDS). Ini dilakukan untuk bisa memberikan kontribusi atas kurangnya jumlah dokter spesialis di Indonesia yang bisa menyebar ke seluruh pelosok tanah air.

Persiapan untuk membuka PPDS ini terus dilakukan. Mulai mempersiapkan fasilitas sarana dan prasarana, sumber daya manusia dalam hal ini pemenuhan dosen dan sebagainya. Semuanya harus siap dulu, baru kita buka. Insya Alloh kita siap, karena SDM kita sudah banyak dari tiga rumah sakit yang dimiliki pihak yayasan, ujar Prof Jazidie.

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

"PPDS yang nantinya akan dibuka oleh Unusa adalah tiga spesialis yakni paru, jantung dan penyakit dalam. Ketiga program spesialis itu karena Unusa memiliki SDM, fasilitas dan sebagainya untuk tiga program spesialis itu.
Untuk membuka program spesialis, kita harus melihat banyak hal. SDM itu penting, sarana itu penting, prasarana itu penting. Juga melihat kebutuhan akan dokter spesialis tertentu. Kalau kita sekadar membuka nantinya percuma," tukas Prof Jazidie.

Selama ini, PPDS hanya boleh dibuka di fakultas kedokteran yang berada di kampus negeri. Swasta masih belum diizinkan. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, di mana kebutuhan dokter spesialis dan sub spesialis yang semakin tinggi, membuat Kementerian Kesehatan RI merevisi aturan lama. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).