Minggu, 04 Okt 2026 06:28 WIB

Ini Kata Dokter Unair Soal Pembuluh Darah Indra Bekti Pecah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Jan 2023 18:29 WIB
Ilustrasi penyakit pembuluh darah
Ilustrasi penyakit pembuluh darah

selalu.id - Artis sekaligus presenter publik figur, Indra Bekti mengalami pecah pembuluh darah di kepala. Sehingga mengalam pendarahan, bahkan harus proses operasi serta peawatan intensif di rumah sakit.

Dosen Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Dr dr Andrianto mengatakan, ada beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan pembuluh darah di kepala pecah. Yakni pertama, tekanan darah tinggi atau yang sering disebut hipertensi.

Baca Juga: Lima Tahun Merger Pelindo, Standarisasi Jadi Kunci Efisiensi

"Penyebab tersering pembuluh darah pecah di kepala itu hipertensi, karena beban tekanan dalam pembuluh darah melebihi kemampuannya. Tekanan yang berlebih itu akan menyebabkan pembuluh darah pecah," kata Dr dr Andrianto, melalui keterangan rilisnya, Senin (1/2/2022).

Tekanan darah yang semakin tinggi, kata dia, akan menyebabkan penebalan pada otot dinding pembuluh darah. Dalam jangka waktu yang panjang penebalan diikuti pelebaran dinding pembuluh darah.

Akibatnya pembuluh darah menjadi menipis dan berkurang kekuatannya dalam menahan tekanan darah. Hal ini yang menyebabkan pembuluh darah pecah.

Kedua, kelainan pada dinding pembuluh darah. Kelainan ini akan membuat dinding pembuluh darah mengalami penipisan dan menggelembung yang dikenal dengan aneurisma.

"Dibandingkan dengan dinding pembuluh darah lain, pembuluh darah di kepala ini menjadi lebih tipis. Ketika ada peningkatan tekanan meskipun tidak terlalu tinggi bisa menyebabkan pecah pembuluh darah," terangnya.

Dr dr Andrianto menjelaskan, jika pembuluh darah yang ada di kepala pecah, maka aliran darah yang mengandung oksigen dan nutrisi bagi otak akan terganggu.

Baca Juga: ASN Mulai Bertugas di Balai RW, Pemkot Surabaya Perkuat Sosialisasi

"Sehingga dapat terbentuk gumpalan darah di luar pembuluh darah yang mendesak jaringan otak,"tuturnya.

Lebih lanjut Dr dr Andrianto menerangkan, sejumlah penanganan pecahnya pembuluh darah di kepala. Ia menyebut, ternyata tidak selalu berakhir di atas meja operasi.

Ia menilai, penanganan setiap orang berbeda tergantung dengan volume darah yang keluar. Diperlukan pemeriksaan lanjutan berupa CT-Scan dan atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk mengetahui jumlah pasti volume darah yang keluar.

Ketika volume darah yang keluar dalam jumlah besar, lanjutnya, maka darah yang keluar akan berkumpul di luar pembuluh darah dan hal ini berdampak pada proses desak ruang jaringan otak.

Baca Juga: Warga Nginden Masuk Desil 9 Wadul ke Anggota DPRD Surabaya Anas Karno

"Otak dilindungi oleh tulang tengkorak jadi jika ada massa dalam otak karena gumpalan darah maka tekanan dalam rongga kepala meningkat dan berpengaruh pada proses desak ruang. Jika tekanan besar maka harus dilakukan operasi," ungkapnya.

Sementara itu jika volume darah yang keluar akibat pecah pembuluh darah di kepala sedikit maka akan dilakukan observasi terlebih dahulu.

"Pemantauan harus dilakukan misal di awal volume darah yang keluar sedikit lalu meningkat bisa jadi lebih banyak. Tadinya di awal tidak ada indikasi tindakan bedah akhirnya bisa ada indikasi untuk dilakukan pembedahan,"jelasnya.

"Jika jumlah volume darah yang keluar tetap sedikit sebenarnya dapat terjadi penyerapan kembali oleh sistem otak.sehingga tidak memerlukan tindakan operasi," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pelajar SMK di Pasuruan Dibunuh Paman Sendiri Gegara Kalah Judi Online 

Peristiwa bermula pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, tersangka meminta korban menjemputnya di wilayah Sukorejo.

Wanita Bunuh Pacarnya di Gresik, Anak Lurah asal Surabaya Tewas

IR justru menghubungi call center 110 untuk melaporkan perbuatannya ke polisi. Polisi yang menerima laporan langsung menelusuri lokasi penelepon.

Data Desil Masih Jadi Keluhan Warga Surabaya, Anggota DPRD: Perlu Validitas 

Validitas data Desil sangat penting karena berdampak langsung pada akses warga terhadap program pemerintah.

Profil & Karir Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Perwira tinggi kelahiran Bojonegoro, 8 Agustus 1972, ini menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto.

Soroti Tambang Ilegal di Jember, Komisi D DPRD Jatim: Penegak Hukum Harus Turun Tangan

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan di lapangan masih ditemukan ratusan titik aktivitas yang tidak memiliki dasar hukum.

Terlilit Utang Judol Diduga Motif Paman Bunuh Ponakan di Pasuruan

Tersangka diduga nekat melakukan aksi tersebut untuk menguasai sepeda motor Honda Beat dan telepon genggam milik korban.