Kamis, 22 Okt 2026 01:53 WIB

Begini Kegiatan Warga di Tempat Karantina Covid-19 Asrama Haji Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 30 Mei 2020 10:24 WIB

Surabaya (selalu.id) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menambah fasilitas untuk para tamu Hotel Asrama Haji yang sedang menjalani karantina agar lebih senang dan nyaman. Pemkot melengkapi dengan berbagai fasilitas olahraga, diantaranya, sepakbola, tenis meja dan bulu tangkis.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, berbagai peralatan olahraga itu sengaja didatangkan khusus agar selama menjalani karantina warga dapat berolahraga dengan gembira sesuai dengan minat dan kegemarannya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

“Kalau untuk peralatan sepakbola sudah datang,” kata Irvan di Balai Kota Surabaya, Jumat (29/5/2020).

Irvan menjelaskan, beberapa waktu lalu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk mengirim meja tenis beserta perlengkapannya. Menurutnya, jika saat berolahraga merasa nyaman dan hati senang, maka hal ini dapat meningkatkan imunitas tubuh dan segera sehat kembali.

“Buat mereka senyaman mungkin. Ketika mereka berolahraga hati senang. Mudah-mudahan imun meningkat,” kata dia.

Rupanya, tidak hanya tenis meja yang digemari. Sepakbola pun juga menjadi alternatif warga yang berada di Asrama Haji saat mengisi waktu luangnya. Terbukti setelah senam pagi, sebagian dari mereka khususnya para pria langsung melepas baju dan bergegas lari mengejar bola.

“Terus terang mereka copot baju dan akhirnya main bola selepas senam bersama. Kita juga beri pakaian untuk senam,” jelasnya.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Tak hanya menyediakan berbagai fasilitas olahraga, Pemkot Surabaya juga menyiapkan buku-buku bacaan dan sejumlah permainan untuk anak-anak. Sehingga, selain belajar, anak-anak juga dapat mengisi hari-harinya dengan bermain-main.

“Mainan-mainn itu disiapkan langsung oleh Ibu Wali Kota Risma,” papar dia.

Di kesempatan yang sama, Kepala BPB Linmas Kota Surabaya ini pun merinci kapasitas yang ada di hotel ini sebanyak 354 kamar. Hingga hari ini jumlah kamar yang sudah terisi sebanyak 206 kamar yang terdiri dari orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang tanpa gejala (OTG).

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

“Dan pasien terkonfirmasi. Namun semuanya adalah mereka mereka yang tidak punya keluhan. Imunnya bagus,” ungkapnya.

Di samping itu, Irvan juga memastikan, bahwa di tempat tersebut juga telah dilengkapi semacam pos yang dilengkapi receptionist. Bahkan, di tempat tersebut juga ada hotline yang bisa dihubungi oleh para tamu Hotel Asrama Haji.

“Jadi, kalau mereka butuh apa-apa bisa melalui hotline itu, sehingga sebisa mungkin kita penuhi, apapun itu, dan selama ini sudah berjalan seperti itu,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).