7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya
- Penulis : Zein Muhammad
- | Kamis, 22 Okt 2026 21:25 WIB
selalu.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat angka kejadian karhutla hingga kini terus merangkak naik dan mendominasi total bencana nasional.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan mengungkapkan bahwa hingga kini tercatat sudah ada 1.007 kejadian karhutla di tanah air.
Baca Juga: Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar
"Karhutla masih menjadi bencana dengan jumlah paling tinggi yakni 1.007 kejadian, dengan penambahan hari ini ada dua kejadian karhutla di Cilacap maupun di Boyolali," ujar Berton saat konferensi pers update perkembangan bencana di Indonesia, Kamis (22/10/2026).
Berton menjelaskan, penanganan titik api paling masif saat ini berpusat di Pulau Kalimantan dan Sumatra. Di Kalimantan, area lahan yang masih dalam proses pemadaman mencapai 11.202 hektare.
Rinciannya meliputi Kalimantan Tengah: 7.939 hektare, Kalimantan Selatan: 1.974 hektare, dan Kalimantan Barat: 1.290 hektare.
"Penanganan karhutla di Kalimantan masih berfokus pada tiga provinsi yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat," tegasnya.
Sementara di Pulau Sumatra, total area terbakar yang masih ditangani tercatat seluas 7.219 hektare, terbagi di Sumatra Selatan seluas 5.194 hektare dan Jambi seluas 2.025 hektare. Adapun wilayah Riau dipastikan sudah kondusif.
"Untuk di Riau tidak ada lagi penanganan karhutla karena memang tidak ada lagi laporan yang disampaikan ke kami," jelas Berton.
Tak hanya di dua pulau besar tersebut, BNPB juga mengidentifikasi 1.191,7 hektare lahan terbakar yang tersebar di 11 wilayah lain dari Kalimantan Timur hingga Maluku Utara. Dari jumlah tersebut, petugas baru berhasil memadamkan sekitar 52 hektare.
Situasi di Karanganyar menjadi salah satu perhatian khusus akibat medan yang ekstrem. Api dilaporkan telah menjalar hingga ke Pos 2 Cemoro Kandang dengan kondisi kabut asap tebal, angin tidak menentu, serta lereng gunung yang terjal dan curam.
Dominasi Bencana Nasional dan Dampaknya
Sepanjang periode Januari hingga 22 Oktober 2026, BNPB mencatat total 2.188 bencana alam melanda Indonesia.
Karhutla menjadi musibah terbanyak dengan 1.007 kejadian, disusul banjir (581), cuaca ekstrem (337), kekeringan (123), tanah longsor (108), gempa bumi (14), gelombang pasang/abrasi (14), serta erupsi gunung api (4).
Baca Juga: Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla
Rangkaian bencana alam ini membawa dampak sosial yang cukup besar. Sebanyak 427 orang dilaporkan meninggal dunia, 21 orang hilang, 3.258 orang luka-luka, dan 5,79 juta jiwa lainnya masih berada di pengungsian.
Berikut sebaran wilayah yang masih tertimpa karhutla:
1. Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah): 490 hektare
2. Kawasan Gunung Sumbing (Jawa Tengah): 316,2 hektare
3. Maluku Utara: 179,13 hektare
4. TN Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur): 75,37 hektare
5. Kabupaten Sigi (Sulawesi Tengah): 60 hektare
Baca Juga: Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan
6. Kalimantan Timur dan IKN: 42 hektare
7. Raja Ampat (Papua Barat Daya): 23 hektare
8. TN Way Kambas (Lampung): 23 hektare
9. Kabupaten Mamuju (Sulawesi Barat): 20 hektare
10. Kabupaten Tojo Una-Una (Sulawesi Tengah): 10 hektare
11. Kabupaten Minahasa Utara (Sulawesi Utara): 5 hektare.
Editor : Zein Muhammad