Rabu, 21 Okt 2026 20:17 WIB

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

  • Penulis : Ariyanto
  • | Rabu, 21 Okt 2026 19:20 WIB
Konvoi Motor Santri dari Pondok Pesantren Manba’ul Hikam ke Pendopo Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id).
Konvoi Motor Santri dari Pondok Pesantren Manba’ul Hikam ke Pendopo Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, berlangsung meriah melalui kegiatan Motoran Santri, Rabu (21/10/2026).

Mengusung semangat kebersamaan, kegiatan ini memadukan tradisi pesantren dengan kampanye keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Ratusan santri, alumni, civitas yayasan, jamaah pengajian, hingga masyarakat umum mengikuti kegiatan dengan mengenakan atasan putih dan sarung batik. 

Mereka berangkat bersama menuju Pendopo Kabupaten Sidoarjo, menghadirkan nuansa khas santri yang berpadu dengan komunitas otomotif. Ketua panitia, Gus Bahron Nafi’, menyebut sebanyak 1.000 kupon telah disiapkan untuk menyemarakkan acara.

Sementara Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan para kiai.

“Hari Santri ini kita bentuk kebersamaan dengan jajaran Forkopimda, juga dengan para kiai kumpul bareng memperingati Hari Santri. Dalam peringatan Hari Santri ini betul-betul kita maknai sebagai aset masa depan. Maka, dengan adanya santri hebat, bangsa juga hebat. Maka dari itu, kita bersama membangun anak bangsa ini. Mudah-mudahan jadi anak yang saleh dan salehah,” katanya.

Baca Juga: Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Abd. Wachid Harun, menegaskan bahwa Motoran Santri menjadi sarana untuk merawat tradisi pesantren sekaligus mempererat persaudaraan antara santri, alumni, dan masyarakat.

“Motoran Santri ini menjadi sarana untuk merawat tradisi pesantren sekaligus mempererat persaudaraan antara santri, alumni, dan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai pesantren tetap relevan di tengah perkembangan zaman, tanpa meninggalkan identitas, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa nilai-nilai pesantren tetap relevan di tengah perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan.

Baca Juga: Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab. 

Para peserta diharapkan mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghormati pengguna jalan lainnya. 

Semangat santri diharapkan tercermin bukan hanya dalam penampilan, melainkan juga dalam perilaku di jalan raya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).

Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Bukan hanya mengganggu pemandangan, kabel yang sudah tidak digunakan juga dinilai tak semestinya dibiarkan menggantung begitu saja, harus ditertibkan.

Kisah Penjual Peyek di Nganjuk Terancam Kehilangan Rumah atas Utang Mendiang Suami Rp690 Juta

Rumah tinggal Lilik terancam disita dan dilelang oleh BRI Cabang Nganjuk atas klaim utang mendiang suaminya, Puji Astanto, sebesar Rp690 juta.

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.