Jumat, 16 Okt 2026 13:14 WIB

Salawat Bersama di Sidoarjo, Subandi: Ketuk Pintu Langit untuk Keselamatan dan Kemajuan

  • Penulis : Ariyanto
  • | Jumat, 16 Okt 2026 12:30 WIB
Salawat bersama di halaman Mal Pelayanan Publik Sidoarjo. (Istimewa)
Salawat bersama di halaman Mal Pelayanan Publik Sidoarjo. (Istimewa)

selalu.id - Langit malam Sidoarjo menggema lantunan sholawat. Ribuan jamaah memadati halaman parkir Mall Pelayanan Publik, Kamis (15/10/2026) malam, dalam acara "Geprekin Aja Bersholawat" bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf untuk memperingati Hari Santri Nasional. 

Bupati Sidoarjo Subandi bersama istri, Sriatun Subandi, tampak hadir di tengah jamaah. Keduanya larut dalam suasana khusyuk dan mengapresiasi kegiatan yang digagas pengusaha kuliner Geprekin Aja tersebut. 

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Dorong Fatayat NU jadi Motor Pemberdayaan Ekonomi dan Pendidikan Perempuan

Bagi Subandi, majelis salawat bukan hanya kegiatan ibadah. Ini juga menjadi ruang untuk memperkuat ikatan sosial masyarakat Sidoarjo. 

"Kegiatan Geprekin Aja Bersholawat ini akan membawa keberkahan bagi Kabupaten Sidoarjo. Semoga Allah SWT juga memberikan kemudahan kepada Gus Mirza," ungkap Subandi. 

Ia menilai Sidoarjo patut bersyukur karena sering menjadi tuan rumah majelis sholawat besar. Menurutnya, kehadiran Habib Syech mampu menghadirkan kesejukan, membangkitkan semangat, dan menumbuhkan harapan akan keberkahan bagi daerah. 

Di hadapan ribuan jamaah, Subandi mengajak bersama-sama memanjatkan doa untuk keselamatan daerah. 

"Malam ini, mari kita ketuk pintu langit untuk memohon kepada Allah SWT agar Kabupaten Sidoarjo senantiasa dilindungi dari segala bentuk bencana, marabahaya, serta perpecahan," serunya. 

Baca Juga: DPRD Sidoarjo Soroti APBDes Mliriprowo Tarik Mandek

Doa itu juga dipanjatkan untuk kemajuan ekonomi. Subandi berharap perekonomian Sidoarjo tumbuh pesat dan membawa dampak nyata pada kesejahteraan masyarakat. 

Momen Hari Santri Nasional juga dijadikan Subandi untuk mengingatkan peran penting santri di era modern. 

Ia menegaskan, santri tidak cukup hanya kuat dalam ilmu agama. Santri masa kini juga harus adaptif, cerdas, mandiri, dan berakhlakul karimah. 

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Dua Rumah di Sukodono, Pemkab Sidoarjo Langsung Perbaiki

"Santri masa kini adalah santri yang adaptif terhadap perkembangan zaman, cerdas, mandiri, berakhlakul karimah, serta siap berkontribusi aktif dalam membangun Kabupaten Sidoarjo," pungkasnya. 

Dengan bekal nilai keagamaan, akhlak, kecerdasan, dan kemandirian itu, Subandi berharap santri bisa menjadi garda depan dalam mewujudkan Indonesia Emas. 

Bupati Sidoarjo Subandi bersama ribuan jamaah bersholawat dengan Habib Syech dalam peringatan Hari Santri Nasional. (Pemkab Sidoarjo for selalu.id)

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Hasil Liga Europa: Juventus Bungkam Celta Vigo 2-1

Kemenangan ini membuat Juventus mengoleksi 6 poin dari 2 laga dan memimpin klasemen Liga Europa.

Sepekan Terakhir Udara Surabaya Masuk Kategori Tidak Sehat di Pagi Hari

Pemantauan dilakukan menggunakan tujuh parameter, yakni SO2, NO2, O3, CO, HC, PM10 dan PM2.5.

Gus Fawait Kenalkan Cerutu Jember Tembus Pasar Internasional di Podcast Total Politik

Gus Fawait juga membagikan cerutu Jember kepada peserta sekaligus mengajak mereka berkunjung ke Jember.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi 4 Orang, Ini Daftar Namanya

Sementara itu, dua korban luka-luka lainnya hingga saat ini masih mendapatkan perawatan medis secara intensif di Puskesmas Sukapura.

Keji! Pasutri di Jember Paksa 7 Anak di Bawah Umur Layani Pria Hidung Belang

Di balik dinding penampungan di Puger, Jember, ketujuh anak malang ini dipaksa melayani tamu dengan tarif Rp150.000 hingga Rp200.000.

Kronologi dan Identitas 3 Petugas Tewas saat Kebakaran Bromo

Peristiwa memilukan ini tidak hanya membumihanguskan ekosistem lereng Bromo, tetapi juga merenggut tiga korban jiwa dan tiga lainnya terluka.