Kamis, 15 Okt 2026 14:13 WIB

Bupati Sidoarjo Dorong Fatayat NU jadi Motor Pemberdayaan Ekonomi dan Pendidikan Perempuan

  • Penulis : Ariyanto
  • | Kamis, 15 Okt 2026 13:03 WIB
Bupati Sidoarjo Subandi hadiri grand final Senada Fest. (Istimewa)
Bupati Sidoarjo Subandi hadiri grand final Senada Fest. (Istimewa)

selalu.id - Bupati Sidoarjo Subandi mendorong Fatayat Nahdlatul Ulama untuk memperluas perannya. Selain penguatan spiritual, organisasi perempuan itu diminta terjun langsung dalam pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan aksi sosial. 

Ajakan itu disampaikan Subandi saat menghadiri Senada Fest - Sehat Nada Dakwah di Ciplaz Sidoarjo, Rabu (14/10/2026). 

Baca Juga: Hari Jadi ke-81 Jatim, Bupati Sidoarjo Soroti Pertumbuhan Ekonomi dan Keterbukaan Informasi Desa

Menurut Subandi, perempuan punya posisi strategis dalam membangun keluarga dan daerah. Dari rumah, peran perempuan akan menentukan kualitas generasi berikutnya.

"Perempuan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang mandiri. Semangat kebersamaan dan nilai keagamaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata," kata Subandi. 

Tindakan nyata yang dimaksud meliputi tiga hal: menguatkan pendidikan, menggerakkan ekonomi, dan memperluas kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat. 

Bupati menekankan, pembangunan Sidoarjo tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan dukungan organisasi kemasyarakatan yang jaringannya sampai ke tingkat RT dan keluarga. 

Dalam hal ini, Fatayat NU dinilai memiliki modal besar. Jaringan dan kedekatannya dengan warga membuat program dakwah dan pemberdayaan bisa berjalan lebih efektif. 

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Desak Proyek Jembatan Candinegoro Dipercepat

"Semangat ini harus jadi landasan Fatayat NU untuk terus bergerak, mengembangkan potensi perempuan, dan melahirkan karya yang manfaatnya nyata," ujarnya. 

Mengusung tema “Bergerak dalam Irama, Bershalawat dengan Cinta, Berkarya untuk Fatayat NU”, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antaranggota. 

Bagi Subandi, acara yang memadukan dakwah dan kebersamaan itu penting untuk menumbuhkan energi positif. 

Ia juga mengingatkan agar semangat keagamaan tidak membuat kaku. Fatayat harus tetap beradaptasi dengan perkembangan zaman. 

Baca Juga: Dukung Deltras Naik Kasta, Subandi Dorong Profesionalisme dan Keterbukaan Manajemen

"Salawat bukan hanya ungkapan cinta kepada Rasulullah. Tapi juga penyejuk hati dan penguat spiritual yang kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya. 

"Mari kita bergerak selaras dengan zaman, menjaga keharmonisan, dan melahirkan karya terbaik untuk kemajuan Sidoarjo," pungkasnya. 

Dengan begitu, ia berharap kontribusi Fatayat NU tidak berhenti di internal organisasi. Dampaknya harus dirasakan keluarga, lingkungan, hingga masyarakat luas di Sidoarjo.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

DPRD Sidoarjo Soroti APBDes Mliriprowo Tarik Mandek

Pertanggungjawaban keuangan tahun 2023, 2024, dan 2025 dinilai belum tuntas.

Eks Kadis ESDM Jatim Didakwa Terima 4,09 Miliar Pungli Izin Tambang

Dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum Demy Febriana dan Iwan Nuzuardi dalam sidang.

PDS Salurkan 650 Boks Masker ke Sekolah di Kalimantan

Rinciannya 160 box masker anak untuk siswa dan 100 box masker dewasa untuk guru serta tenaga kependidikan.

Top 5 Berita: Penggerebekan Jalan Kunti hingga Toko Miras di Surabaya Disegel

Pembaca banyak terfokus ke peristiwa penggerebekan Jalan Kunti.

Hasil Champions League: Drama 7 Gol di Olimpico! Real Madrid Remontada Kalahkan AS Roma 4-3

Kemenangan ini jadi modal penting bagi pasukan Jose Mourinho untuk bersaing di fase grup.

Bos Biro Umroh Surabaya Dipolisikan Kasus Kekerasan Seksual-Aborsi, Kuasa Hukum Bantah Begini

Berdasarkan keterangan kuasa hukum pelapor, kedua belah pihak awalnya bertetangga. Kedekatan bermula setelah suami korban meninggal dunia pada 2023.