Selasa, 13 Okt 2026 15:20 WIB

Antrean Rusunawa Surabaya Tembus 10.032 KK, Pendaftaran Malah Ditutup Sejak 2023

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 13 Okt 2026 13:53 WIB
Rusunawa Gunung Anyar. (Istimewa)
Rusunawa Gunung Anyar. (Istimewa)

selalu.id - Kebutuhan hunian murah di Surabaya masih sangat tinggi. Data terbaru menunjukkan antrean warga yang ingin masuk rumah susun sederhana sewa atau rusunawa sudah mencapai 10.032 kepala keluarga. 

Ironisnya, di tengah antrean sepanjang itu, Pemkot Surabaya justru menutup pendaftaran penghuni baru rusunawa sejak tahun 2023. 

Baca Juga: Pemilik Travel Umrah di Surabaya Dipolisikan, Dugaan atas Kekerasan Seksual dan Paksa Aborsi

Kondisi ini disoroti Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin. 

“Angka 10.032 KK ini membuktikan warga Surabaya masih banyak yang belum punya hunian layak. Minat tinggal di rusunawa sangat besar,” kata politikus Partai Demokrat, Selasa (13/10/2026). 

Saifuddin yang sebelumnya menjabat Ketua Pansus Hunian Layak DPRD menyebut, kapasitas rusunawa yang ada saat ini jauh tertinggal dibanding kebutuhan. 

“Bayangkan, hari ini yang mengantre sudah tembus 10.032 KK. Itu yang tercatat. Padahal pendaftarannya sudah ditutup sejak 2023,” ujarnya. 

Menurutnya, jika pendaftaran masih dibuka sampai sekarang, jumlah antrean dipastikan akan jauh lebih banyak. Sebab banyak warga lain yang membutuhkan tapi tidak sempat mendaftar. 

Ia menilai penataan penghuni lama saja tidak cukup. Pemerintah harus menambah pasokan hunian baru untuk mengurai antrean. 

Baca Juga: Dinkes Sidoarjo Usut Kematian Bayi 28 Hari yang Diduga Diberi Telur Mentah

Saifuddin mendorong Pemkot Surabaya segera menjalankan amanat Perda Nomor 4 Tahun 2026 tentang pembangunan rumah susun sederhana milik atau rusunami. 

“Solusi paling konkret ya bangun rusunami. Ini amanat perda yang harus segera dijalankan,” tegasnya. 

Ia menyebut dua lokasi yang sudah diproyeksikan untuk rusunami, yakni Kelurahan Tambakwedi di Kecamatan Kenjeran dan kawasan Rungkut. 

“Kalau rusunami di Tambakwedi dan Rungkut sudah terbangun, saya yakin antrean 10 ribu KK ini bisa terurai sedikit demi sedikit,” lanjutnya. 

Baca Juga: Komplotan Curanmor asal Bangkalan Berhasil Diringkus, Satu Ditembak

Bagi Saifuddin, persoalan hunian bukan sekadar masalah pelayanan. Ini menyangkut hak dasar warga. 

“Kebutuhan hunian itu bagian dari HAM. Sama pentingnya dengan mengurus pendidikan dan kesehatan. Negara wajib hadir memastikan warga dapat tempat tinggal yang layak dan terjangkau,” pungkasnya. 

Hingga kini belum ada informasi kapan Pemkot Surabaya akan membuka kembali pendaftaran rusunawa atau memulai pembangunan rusunami sesuai Perda.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Keselamatan Jemaah Umrah Prioritas, Kemenhaj RI: Batasi Perjalanan di Saudi

Bagi calon jemaah yang belum berangkat diharapkan untuk memastikan kembali status penerbangan dan kesiapan perjalanan bersama pihak travel masing-masing.

Bertolak Belakang dengan Tagline Polri, Polisi di Probolinggo Malah Ajak Duel Masyarakat

Peristiwa ini bertolak belakang dengan tagline Polri yang digagas Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto yakni 'Polisi Bersama Masyarakat'.

Bupati Jember Tekankan Dana Desa Harus Turunkan Kemiskinan

Setiap rupiah dana desa wajib diarahkan pada kebutuhan prioritas warga.

Salat Subuh Berjemaah, Polres Jember Edukasi Warga Tertib Berlalu Lintas

Tujuannya mempererat kedekatan polisi dengan warga, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Jember.

Viral Penghulu Marahi Fotografer saat Akad Nikah di Mojokerto, Berujung Saling Memaafkan

Sang fotografer, yang belakang diketahui bernama M. Arwani, itu pun menyampaikan pesan tersebut kepada sang penghulu.

Top 5 Berita: Petik Jambu hingga Bayi Meninggal usai Diberi Makan Telur

Kelima berita yang banyak dibaca sangat bervariasi mulai feature hingga peristiwa menyayat hati.