Senin, 12 Okt 2026 23:04 WIB

Penjelasan PSI Surabaya di Balik Foto Viral Pertemuan dengan Kader PDIP

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 12 Okt 2026 21:34 WIB
Sejumlah kader PDIP Surabaya saat pamer KTA PSI. (Dok. Tangkapan layar).
Sejumlah kader PDIP Surabaya saat pamer KTA PSI. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya memberikan klarifikasi tegas terkait beredarnya foto pertemuan yang melibatkan sejumlah kader PDI Perjuangan dan kader PSI.

PSI membantah tuduhan bahwa pertemuan tersebut sengaja didesain untuk menarik atau "membajak" kader partai lain.

Baca Juga: PSI Surabaya Sebut Bakal Banyak Kader Partai Lain Bergabung Jelang Pemilu 2029

Mantan Kader PDIP, Rudy Gaul, membeberkan kronologi awal pertemuan yang berujung polemik tersebut. Ia menjelaskan, pertemuan itu bermula dari ajakan diskusi biasa di suatu tempat bersama anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PSI, Josiah Michael (JM).

"Pada saat itu kami sedang berkumpul dengan Bro Josiah Michael di salah satu tempat. Karena Mas Arief dari eks-PDI Perjuangan, Mas Purwadi itu juga masih pengurus aktif PDI Perjuangan, ingin ngobrol dengan Bro JM. Lalu kami mengundang Bro JM juga datang ke tempat," kata Rudy saat memberikan keterangan di Ruangan Fraksi PSI Surabaya, Senin (12/10/2026).

Rudy menambahkan, kehadiran mantan kader PDIP Achmad Hidayat di lokasi tersebut juga terjadi secara kebetulan karena yang bersangkutan memang sudah memiliki janji temu terlebih dahulu dengan Josiah Michael.

Mengenai foto yang tersebar, Rudy menegaskan bahwa sesi pemotretan tersebut murni untuk kebutuhan laporan internal organisasi PSI dan bukan untuk dipublikasikan ke media luar.

"Pada saat itu saya menyatakan kepada teman-teman yang hadir bahwa foto-foto di lokasi itu bukan untuk eksternal, tapi kebutuhan internal," jelasnya.

Ia pun menyatakan rasa terkejutnya ketika mendapati foto tersebut langsung bocor dan menjadi bahan perbincangan publik hanya dalam hitungan menit.

Baca Juga: Gabung PSI Surabaya, Eks Kader PDIP Wajib Ikuti Patron Politik Jokowi

"Saya kaget pada saat itu. Berselang sekitar 10 menit dari Mas Hidayat ini bergeser dari lokasi pertemuan kita, foto itu sudah menyebar ke mana-mana," beber Rudy.

Atas dasar itu, Rudy kembali menekankan bahwa dinamika politik serta kegaduhan yang timbul pascaberedarnya foto tersebut murni merupakan inisiatif personal kawan-kawan yang hadir di lokasi, tanpa ada skenario atau setting-an politik dari struktur partai.

"Polemik yang terjadi atau kegaduhan yang terjadi kemarin-kemarin itu murni bukan ada desain dari PSI, tapi murni dari inisiatif kawan-kawan," tegasnya.

Meski demikian, Rudy menegaskan bahwa PSI Surabaya selalu terbuka lebar bagi siapa saja, termasuk para politisi maupun kader dari partai lain, yang sedang mencari wadah perjuangan politik baru di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Eks Kader Berlabuh ke PSI, Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Armuji Bungkam

"Bahkan kami ingin PSI Kota Surabaya pada khususnya ini bisa menjadi rumah baru yang nyaman bagi siapapun yang ingin berlabuh dan menaruh harapan tentang masa depan Kota Surabaya khususnya, tentang masa depan Indonesia pada umumnya," tuturnya.

Di akhir keterangannya, kader PSI ini mengklarifikasi bahwa pandangan yang ia sampaikan bukanlah atas nama pengurus struktural PSI, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral dan komitmen politiknya sebagai mantan calon legislatif dan simpatisan partai.

"Saya itu sebenarnya secara struktural tidak punya kapasitas apapun. Saya hanya mantan caleg PSI untuk provinsi. Dan saya secara politik menaruh harapan politik saya pada PSI," pungkas mantan aktivis pro-Jokowi tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Cabai Rawit Tembus Rp92 Ribu per Kilogram, Siap-siap Inflasi Makin Pedas

Merespons kondisi tersebut, LPEM FEB UI mendorong pemerintah untuk memperkuat rantai distribusi dan pemerataan pasokan antarwilayah.

Dugaan Video Call Mesra dengan Pria Tersebar, Ruben Onsu Lapor ke Polda Metro Jaya

Saat ini, laporan tersebut telah diterima Polda Metro Jaya dan tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Puluhan Warga Ajung Jember jadi Korban Arisan-Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Saat ini, korban tengah mengumpulkan seluruh bukti transfer dan catatan transaksi untuk proses verifikasi faktual sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Dinkes Sidoarjo Usut Kematian Bayi 28 Hari yang Diduga Diberi Telur Mentah

Informasi awal, bayi itu sempat ditangani medis di salah satu rumah sakit di Sidoarjo sebelum akhirnya harus dirujuk ke Surabaya karena kondisi yang memburuk.

Polda Jatim Usut Kasus Dugaan Penipuan Arisan Meow Rp3,5 Miliar

Hingga kini, setidaknya sudah ada delapan orang saksi yang dimintai keterangan, dan polisi berencana memanggil saksi-saksi tambahan dalam waktu dekat.

Jalan Sehat Bersama, Cara TPK Merauke Perkuat Kesejahteraan dan Keselamatan Pegawai

Langkah ini dinilai esensial membangun keseimbangan yang ideal antara tuntutan profesionalisme kerja dan pemenuhan kebutuhan untuk tetap sehat serta bugar.