Rabu, 07 Okt 2026 22:51 WIB

Momen Siswa MI Surabaya Suarakan Bahaya Tergerusnya Budaya di Era Digital

Puluhan siswa-siswi MI KH Abu Mansur Lidah Wetan unjuk kebolehan dalam gelaran Sedekah Bumi Lidah Wetan, Surabaya. (Dok. Purwo for selalu.id).
Puluhan siswa-siswi MI KH Abu Mansur Lidah Wetan unjuk kebolehan dalam gelaran Sedekah Bumi Lidah Wetan, Surabaya. (Dok. Purwo for selalu.id).

selalu.id - Puluhan siswa-siswi MI KH Abu Mansur Lidah Wetan unjuk kebolehan dalam gelaran Sedekah Bumi Lidah Wetan, Surabaya, Rabu (7/10/2026).

Bernama Sembrani Bumi Nusantara, mereka menyuguhkan pertunjukan teatrikal yang mengusung pesan krusial: ancaman tergerusnya budaya lokal di era gempuran digital.

Baca Juga: Cegah Mabuk Berkendara, Hiperhu Minta RHU di Surabaya Lengkapi Alat Tes Alkohol

Drama tersebut menyoroti realitas generasi muda saat ini melalui karakter Iban. Anak muda ini digambarkan terisolasi dalam layar ponsel pintar, merefleksikan potret Gen Z yang kian berjarak dari akar sejarah dan tradisi leluhur akibat kecanduan teknologi.

Alur cerita berbalik ketika Iban mendapat teguran dari kawan-kawannya serta sosok Mbah Jati, tokoh kearifan lokal yang diperankan apik oleh Kiki.

Lewat dialognya, Mbah Jati membuka mata Iban akan kekayaan tradisi Nusantara yang bernilai tinggi dan wajib dirawat agar tak punah ditelan zaman.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dorong Urban Farming di Kedurus Jadi Model Ketahanan Pangan Kampung

Pembimbing drama MI KH Abu Mansur Lidah Wetan, Riza, menegaskan bahwa seni pertunjukan ini dirancang khusus sebagai media edukasi interaktif bagi anak-anak.

"Melalui alur cerita ini, kita mengajak semua pihak, khususnya anak-anak, agar terus menjaga dan melestarikan budaya," kata Riza saat ditemui di lokasi acara.

Riza tak menampik derasnya arus modernisasi menjadi tantangan berat untuk menumbuhkan kepedulian sejarah pada generasi muda. Pendekatan lewat seni teater dinilai paling efektif untuk menyentuh kesadaran mereka tanpa kesan menggurui.

Baca Juga: Usai Ledakan di Pakuwon City, Permintaan Maaf Tempong Sri Dewi Lewat Media Sosial

"Apalagi di tengah gempuran modernisasi di era digital. Untuk itu kita berikan suguhan drama ini agar anak-anak kita tertarik terhadap sejarah," jelasnya.

Riza berharap, pementasan ini tidak sekadar menjadi pelengkap kemeriahan tradisi tahunan Sedekah Bumi Lidah Wetan, tetapi mampu menjadi pengingat bagi generasi penerus agar tak kehilangan identitas budayanya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jawaban Santai Wapres Gibran soal Putusan MK dalam Kasus Ijazah

Diketahui, sidang MK pada Selasa (6/10/2026) menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah setingkat SMA di luar negeri.

Aturan Baru Sound Horeg di Sidoarjo

DPRD Sidoarjo menegaskan pembahasan ini tidak ditujukan untuk menghapus keberadaan sound horeg, melainkan menyelaraskan kebijakan demi kebaikan bersama.

Bawa Ayam Krispi Isi Sabu ke Lapas Porong, Nenek asal Surabaya Diamankan

Total narkoba jenis sabu yang disita dari dalam ayam goreng krispi itu seberat 17,11 gram. Sabu itu merupakan pesanan dari napi di dalam Lapas Porong.

Tim Tabur Gabungan Ringkus Buronan Rp60 Miliar Oktavanus Katili di Gorontalo

Langkah eksekusi ini dilakukan untuk menjalankan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1986/K.Pid.Sus/2018 yang telah berkekuatan hukum tetap.

Bupati Cup Atletik Jember Digelar, Ribuan Bakat Muda Dibidik Masuk Radar Prestasi

Ajang ini ditargetkan jadi langkah awal menemukan talenta baru sekaligus membangun ekosistem atletik Jember untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

Cabuli Anak di Bawah Umur, Eks Pengurus Perbankin Surabaya Cuma Divonis Dua Tahun

Keluarga korban berharap upaya hukum selanjutnya dapat memberikan putusan yang setimpal dengan dampak yang dialami anaknya.